MuhammadiyahAid Beserta IHA Mulai Pengobatan Gratis Pengungsi Rohingnya

0
46 views
Ist.

Garut News ( Jum’at, 29/09 – 2017 ).

Ist.

Setelah mendapat izin dari Pemerintah Bangladesh, Tim dokter Muhammadiyah Aid dan IndoneSian Humanitarian Alliance (IHA) yang dipimpin Corona Rintawan akhirnya mulai Rabu (27/9/17) pukul 15.00 waktu Coxs Bazar Bangladesh menyelenggarakan pengobatan gratis terhadap para pengungsi Rohingnya yang berada di Posko Kesehatan Kamp Thanhkalli Coxs Bazar, perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Tim medis terdiri empat dokter, dan perawat Pembina Kesehatan Umum (PKU), dari RS Muhammadiyah serta dua dokter Bangladesh.

Mereka bertugas hingga 6 Oktober. Selanjutnya, mereka akan diganti dengan tim baru.

Koordinator Aksi MuhammadiyahAid Wachid Ridwan menyebutkan, posko kesehatan di Kamp Thanhkalli Coxs Bazar sendiri akan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Sejak pengobatan gratis dibuka, para pengungsi berduyun-duyun mengantre mendapatkan pelayanan kesehatan. Mulai pasien bayi, balita, anak-anak, muda, dan orang tua.

Mereka rata-rata mengalami keluhan sakit kulit, luka-luka ringan, ibu hamil, malnutrisi, diare, panas, demam, dan saluran pernafasan.
“Yang dikhawatirkan, daya tahan fisik para pengungsi semakin mengkhawatirkan, dan mudah jatuh sakit karena kondisi cuaca tidak bersahabat. Sering turun hujan lebat, dan terik panas di tengah keadaan minimnya sanitasi, pasokan air bersih, dan makanan,” kata Wachid, Kamis (28/9/17).
Di Thangkalli, terdapat sekitar seratus ribu jiwa pengungsi.
Tim Kesehatan Muhammadiyah-Aid/IHA sendiri siap melayani sebanyak 500-700 pasien per hari, mulai sekitar pukul 09.00-16.00 waktu setempat.
Menurut Wachid, mengingat jumlah pasien dan kebutuhan medis yang besar, saat ini, diperlukan penambahan tim medis, dan alat kesehatan serta obat-obatan yang cukup.

Tim medis juga memerlukan tim penerjemah lokal supaya dapat melayani para pengungsi secara cepat, dan tepat.
Disinggung tentang adanya penunjukkan Muhammadiyah-Aids sebagai coordinator penanganan pengungsi Rohingnya dalam enam bulan ke depan, Wachid menyatakan Muhammadiyah-Aid sudah sangat siap.

“Tim kita solid, dan Insya Allah banyak sumber daya yang kita terjunkan,” kata Wachid.

Sebelumnya, Tim Medis MuhammadiyahAid diberangkatkan dari tanah air menuju Distrik Cox’s Bazar Bangladesh pada Jum’at (22/9/17) lalu.

Dalam melaksanakan misi kemanusiaan internasionalnya itu, Muhammadiyah dengan berbendera MuhammadiyahAid melalui Lazis Muhammadiyah (Lazismu) berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan hingga per 22 September 2017 sebesar Rp14.115.999.310.50 (1.051.079.62 USD).

Dana tersebut akan disalurkan kepada para pengungsi muslim Rohingnya yang terusir dari kampung halaman mereka di Provinsi Rakhine Myanmar.

*******

(NZ).