Muhammadiyah : Pemilu Momentum Jihad Politik Bangun Demokrasi

by

Jakarta, Garut News ( Senin, 17/02 – 2014 ).

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.
Pemilu bukan ritual politik, dan suksesi kepemimpinan belaka.

Tetapi momentum jihad politik, dan sarana membangun demokrasi yang substantif, mengakhiri transisi, dan segala bentuk eksperimen politik selama ini ditengarai semakin menjauhkan kehidupan kebangsaan dari misi mulia Reformasi, serta cita-cita nasional 1945.

Demikian wujud komitmen, dan tanggungjawab kebangsaan, PP Muhammadiyah pada pernyataan sikapnya sebagai pesan dan ajakan moral tentang penyelenggaraan pemilu 2014.

KH Halim Basyarah, SH.MH menyampaikan pernyataan sikap Muhammadiyah tentang Pemilu 2014. (Foto: SBD).
KH Halim Basyarah, SH.MH menyampaikan pernyataan sikap Muhammadiyah tentang Pemilu 2014. (Foto: SBD).
Pernyataan sikap ini, hasil pengkajian dan kesepakatan bersama PP Muhammadiyah bersama Ketua PW Muhammadiyah seluruh Indonesia, pada 3 Januari 2014 di Jakarta.

Muhammadiyah mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Pemilu bermutu, demokratis, konstitusional, dan berkeadaban.

Muhammadiyah mendorong, dan berusaha bersama dengan segenap komponen bangsa lainnya, menjadikan Pemilu 2014 sebagai tonggak sejarah.

Guna menghasilkan anggota legislatif berkompeten, dan amanah serta pemimpin nasional berakhlak, berkrepribadian kuat, reformis, visioner, dan melayani, serta mampu menggalang solidaritas, menyelesaikan masalah dan berani mengambil resiko.

Hadirin rempeg pada perhelatan Pengajian Pembinaan 'Aisyiyah -Muhammadiyah Cabang Panawuan digelar setiap Ahad ketiga setiap bulan, bergilir ke ranting-ranting.(Foto: SBD).
Hadirin rempeg pada perhelatan Pengajian Pembinaan ‘Aisyiyah -Muhammadiyah Cabang Panawuan digelar setiap Ahad ketiga setiap bulan, bergilir ke ranting-ranting.(Foto: SBD).
Mengakhiri praktik demokrasi prosedural-transaksional yang korup, dan berorientasi kekuasaan yang partisan, primordial, dan feodalistik, serta dimulainya konsolidasi demokrasi multikultural berkeadaban.

Menegakkan Indonesia berdasar Pancasila, Pembukaan UUD-1945 dan ber-Bhinekha Tunggal Ikha dalam bingkai NKRI disertai cara mengurus negara yang benar, menjadikan Indonesia maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat.

Pemilu untuk memilih anggota legislatif, kudu benar-benar menghasilkan wakil rakyat jujur, terpercaya, bertanggungjawab, dan berkualitas tinggi.

Kepada Parpol peserta Pemilu, dan Caleg beserta pendukungnya, kudu memiliki investasi moral-kebangsaan, mengedepankan konstalasi politik bermartabat, kampanye santun dan mencerdaskan, bersaing sehat, dan membangun kebersamaan.

Kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya memiliki hak pilih, hendaknya menggunakan hak politiknya secara cerdas dan bermartabat.

Menjungjung tinggi kejujuran dan kebersamaan, serta terus mengawasi para wakilnya yang dipilih agar benar-benar menjalankan amanat sebaik-baiknya.

Kepada warga Muhammadiyah, agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dengan pikiran, dan kalbu jernih, istiqamah menegakkan khitah dan kebijakan Persyarikatan, memelihara ukhuwah, dan menghindarkan diri dari perpecahan.

Tak menggunakan amal usaha untuk kampanye, serta senantiasa menjungjung tinggi kepentingan dan martabat organisasi.

******

Pelbagai Sumber.