MPLS Harus Dilakukan Guru, Bukan Pengurus OSIS

0
89 views
Totong.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 19/07 – 2017 ).

Totong.
Totong.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut melarang perpeloncoan siswa baru di lingkungan sekolah pada masa orientasi sekolah, atau “Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah” (MPLS).

Sesuai Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Disdik meminta seluruh sekolah SMP, dan SMA/SMK melaksanakan MPLS dengan pendekatan edukatif kreatif berbasiskan lingkungan masing-masing sekolah terhadap peserta didik barunya.

“Kami meminta para kepala sekolah maupun guru melarang perpeloncoan kepada siswa baru. Juga agar MPLS dilakukan guru, bukan oleh pengurus OSIS maupun para seniornya,” imbuh Kabid Pendidikan Dasar Disdik setempat, Totong, Selasa (19/07-2016).

Diharapkan MPLS mengedepankan pembelajaran nilai-nilai pendidikan berbudaya, dan bermartabat sesuai karakteristik masing-masing sekolah. Pihak sekolah juga dipersilakan meminta ulama sebagai pembimbing atau narasumber terkait pembekalan materi wawasan kebangsaan, dan keagamaan.

Diingatkan, pihak sekolah tidak diperbolehkan melakukan kegiatan memberatkan siswa maupun orangtua siswa. Seperti mengharuskan siswa menggunakan topi atau baju berwarna-warni, apalagi membekali makanan laiknya perpeloncoan.

“Jika ada sekolah melakukan hal itu, akan diberikan sanksi dari Dinas,” ancamnya.

Ditegaskan, penting bagi pihak sekolah memahami Surat Edaran, dan Instruksi Mendikbud Nomor 18/2016, serta Surat Edaran Nomor 4/2016.

“Kami membuat tim melakukan monitoring sejumlah sekolah selama MPLS berlangsung,” katanya.

Dia optimistis, kegiatan MPLS tahun ini lebih bermakna, berkarakter, berbudaya, dan bermartabat, katanya pula.

*********

( nz, jdh ).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here