Misi Cari Air Asia, Prajurit Kece Juga Kangen Pacar

0
156 views

Jakarta, Garut News ( Selasa, 06/01 – 2015 ).

Perempuan cantik yang merupakan Serda Azmiatul Hasanah, Serda Rizka Aulia Hardi dan Serda Tri Kusmawardani dalam Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) yang bertugas di KRI Banda Aceh, Semarang, 5 Januari 2015. Tempo/Dian triyuli handoko.
Perempuan cantik yang merupakan Serda Azmiatul Hasanah, Serda Rizka Aulia Hardi dan Serda Tri Kusmawardani dalam Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) yang bertugas di KRI Banda Aceh, Semarang, 5 Januari 2015. Tempo/Dian triyuli handoko.

Dalam misi mencari pesawat Air Asia yang hilang sejak Ahad, 28 Desember 2014, kapal perang Indonesia Banda Aceh juga mengikutsertakan tiga prajurit dari Korps Wanita Indonesia TNI Angkatan Laut (Kowal).

Kamar nomor 354 dan 355 menjadi jatah bagi para prajurit Kowal TNI Angkatan Laut di KRI Banda Aceh.

Prajurit Kowal yang ikut di KRI Banda Aceh terbilang muda. Rata-rata berusia 22 tahun. Sersan Dua Azmiatul Hasanah, misalnya, mengaku bersama dua prajurit lain, Serda Tri Kusmawardani dan Serda Rizka Aulia Hardi, sama-sama lahir pada 1993.

Tri yang kelahiran Jambi memulai kariernya di TNI AL sejak 2012.

Para prajurit Kowal itu bertugas menjaga anjungan kapal secara bergantian. “Saat jaga, kami bisa menjadi juru mudi dan mengarahkan kapal sesuai haluan,” kata Sersan Dua Azmiatul Hasanah, prajurit Kowal dari Korps Tata Usaha, kepada Tempo di Selat Karimata, Kalimantan Tengah, Sabtu, 3 Januari 2015.

Anjungan merupakan bagian di depan kapal yang menjadi tempat pusat kendali. Saat di anjungan, tiga prajurit Kowal akan terlihat mencolok di antara para prajurit lelaki berotot kekar dan berdada bidang.

Para prajurit Kowal juga tampak gagah mengemudikan KRI Banda Aceh dengan bobot 10 ribu ton itu.
Selain mengemudikan kapal, prajurit Kowal juga harus siap sedia mendapat peran lain, seperti memantau radar atau melakukan evakuasi korban, seperti kasus jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501.

Mereka telah diberi pelatihan evakuasi dengan free fall dan exit swimming bila terjadi kecelakaan di air.

Saat selesai jam jaga, mereka kembali menjadi gadis biasa yang senang berkeluh kesah alias curhat. Azmiatul bahkan tak mampu menutupi perasaan rindu kepada kekasihnya di Jakarta.

Ia mengaku baru berpacaran sejak dua bulan lalu. Tiap kali kapal berlayar ke area yang bisa menangkap sinyal, Azmiatul langsung memeriksa telepon selulernya. “Kangen,” katanya tersipu.

MOYANG KASIH DEWIMERDEKA/Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here