Pesawat Pengebom Hiroshima – Nagasaki Mendarat di Garut

Garut News ( Sabtu, 31/05 – 2014 ).

Mendarat Darurat di Semak Belukar garut. (Foto : John Doddy Hidayat).
Mendarat Darurat di Semak Belukar Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).

Foto berita akhir pekan ini, Garut News menampilkan temuan pesawat ber-prototype mirip pengebom Kota Hirosyima dan Nagasaki pada Perang Dunia II.

Mendarat darurat pada semak belukar kawasan Kota Garut, Jabar, Sabtu (31/05-2014) sore.

Tetapi mesin perang bernomor lambung 35 tersebut, hanyalah miniatur milik penggemar “aeromodeling”.

Namun bisa melesat dan bermanuver dengan bantuan “remote control”.

Enola Gay bersama krunya. (Ist).
Enola Gay bersama krunya. (Ist).

Kerap mengudara atawa diterbangkan pada seputar lintasan ruas badan jalan alternatif, menghubungkan Kampung Kubang dengan wilayah Kecamatan Banyuresmi.

Penggemarnya, juga tergabung pada “Aeromodeling Community”

Sedangkan Enola Gay, pesawat pengebom pada Perang Dunia II menjatuhkan bom atom, bernama Little Boy (“Bocah Kecil”) terhadap kota Hiroshima pada 6 Agustus.

Miniatur Milik Penggemar “aeromodeling”. (Foto : John Doddy Hidayat).
Miniatur Milik Penggemar “aeromodeling”. (Foto : John Doddy Hidayat).

Serta Fat Man (“Orang Gemuk”) terhadap kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945 di Kekaisaran Jepang.

Pengeboman itu merenggut nyawa sekitar 80.000 jiwa manusia di Hiroshima, dan 140.000 di Nagasaki.

Pesawat ini berjenis B-29 Superfortress bernomor seri B-2945-MO 44-86292.

Secara khusus dipilih Kolonel Paul Tibbets saat dibuat pada ladang milik Glenn L. Martin Company di Omaha, Nebraska.

Siap Mengudara. (Foto : John Doddy Hidayat).
Siap Mengudara. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sejak 2003 sampai sekarang, Enola Fay dipamerkan di Steven F. Udvar-Hazy Center.

Pesawat ini diberi nama menurut ibu pilotnya, Paul W. Tibbets.

Dalam pada itu, Grup musik asal Britania Raya Orchestral Manoeuvres in the Dark meluncurkan lagu berjudul Enola Gay, memeringati pengeboman atom Hiroshima, dan Nagasaki.

 

********

Esay/ Foto : Pelbagai Sumber/John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment