Miras Oplosan Garut Tewaskan Sembilan Korban, Dua Kritis

0
29 views

Garut News ( Selasa, 02/12 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Disinyalir over dosis menenggak minuman keras (miras) oplosan, sekelompok pemuda berkisar 15-24 tahun di Garut terpaksa dirawat ke RSU dr Slamet Garut.

Bahkan sembilan di antaranya tewas. Disusul dua lainnya kritis, malahan hingga kini masih dirawat intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU tersebut.

Kedua korban kritis kakak beradik asal Kecamatan Garut Kota.

Kemudian kesembilan korban tewas terdiri An(19) penduduk Kampung Ciateul Tarogong Kaler, Er(20) warga Jalan Guntur Garut Kota, Dan(23) Kampung Sindangheula Garut Kota, Bud(24) Kampung Margawati Garut Kota, Sob(25) Garut Kota, As(18) Sirnajaya Tarogong Kidul, Yan(24) Bayongbong, Rip(18) juga Bayongbong, serta Sud(15) asal Kampung Sukaregang Garut Kota.

Dalam pada itu, korban kritis berinisial Rom(17), dan Ron(22) warga Garut Kota.

Informasi dihimpun menunjukkan, seluruh korban itu menenggak miras dicampur beberapa jenis obat sakit kepala pada Sabtu dan Ahad (29-30/11-2014) malam.

Mereka berpesta miras oplosan pada salah satu lokasi di wilayah Kecamatan Garut Kota tempat mereka biasa berkumpul bermalam mingguan.

Salah seorang teman mereka katakan, rekannya tewas ini terbiasa menenggak miras dioplos dengan pil obat sakit kepala hingga mabuk berat.

“Saya tak heran lantaran dia terbiasa minum-minum sampai mabuk. Tetapi, ya, mungkin kali ini dia lagi apes,” ungkap pria dengan bertato tak mau disebutkan identitasnya, Selasa (02/12-2014).

Bagian Hubungan Masyarakat RSU dr Slamet Garut Ade Sunarya katakan, kesebelas korban miras itu tiba di rumah sakit Sabtu (29/11-2014) malam, kemudian Ahad (30/11-2014) malam, dan Selasa (02/12-2014) siang berkondisi kritis.

“Yang meninggal dunia itu pada Ahad ada tiga, Senin tiga, dan Selasa siang ada tiga, sehingga jumlah meninggal sembilan. Sedangkan dua lagi kini masih dirawat di IGD. Semua korban meninggal dunia langsung dibawa keluarganya, dan tak dilakukan autopsi,” kata Ade.

Mengenai penyebab pasti hingga tewas, Ade menyatakan pihaknya belum mengetahui pasti. Begitu pun tempat mereka berpesta pora menenggak miras oplosan. Pihak keluarga korban juga mengaku tak mengetahuinya.

Namun, kata Ade, pihak rumah sakit masih terus memeriksa sampel muntahan korban meninggal dunia maupun korban kritis masih dirawat di IGD memastikan penyebabnya.

“Korban minum apa, jenis apa, dan di mana tempat minumnya, sampai sekarang belum diketahui. Para keluarga korban pun sama menjawab tak tahu ketika ditanya soal itu. Pihak rumah sakit masih menelitinya. Tetapi yang pasti, mereka semua korban overdosis miras oplosan,” katanya.

Sumber lain menyebutkan, beberapa korban miras oplosan itu berprofesi sopir angkutan kota dan pegawai swasta. Terdapat pula pengangguran.

Mereka berpesta miras oplosan di tempat beda namun nyaris bersamaan. Pihak keluarga korban pun ada menyatakan anaknya tewas lantaran mengalami muntah-muntah dan berak.

*******

Noel, jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here