Miras Oplosan Diduga Tewaskan Empat Dari 17 Korban

0
10 views

“Kembali Kian Merebak-maraknya Skandal Miras Oplosan di Garut”

Garut News ( Kamis, 03/09 – 2015 ).

Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.
Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.

Korban lantaran diduga kuat menenggak “minuman keras” (Miras) oplosan di Garut, Jawa Barat, terus berjatuhan.

Hingga Kamis (03/09-2015) petang, terpaksa dilarikan ke RSU dr Slamet menjadi 17. Bahkan korban tewas juga bertambah menjadi empat orang.

Korban selanjutnya Cecep(28), penduduk Kecamatan Garut Kota tewas, Rabu (02/09-2015) sekitar pukul 24.00 WIB, meski sempat mendapat perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) satu jam sebelumnya.

“Hingga kini korban keracunan akibat miras oplosan dirawat di rumah sakit sekitar 17. Empat di antaranya meninggal dunia, dan 14 lainnya masih dirawat,” ungkap Humas RSU dr Slamet Garut Lingga Saputra.

Mereka patut diduga menenggak miras terbuat dari racikan cairan alkohol 70% berbahan minuman suplemen. Diketahui berasal dari Kecamatan Garut Kota, Cilawu, dan Kecamatan Cikajang.

Kembali kian merebak-maraknya skandal miras oplosan, menjadikan pula Bupati Rudy Gunawan prihatin. Dia berharap kasus tersebut mendapat perhatian semua pihak, katanya.

“Kejadian ini tak bisa saling menyalahkan siapa pun. Kami bersama-sama dengan lingkungan RT-RW bahu membahu menjaga dan meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan, mulai keluarga, lingkungan, dan lebih luas lagi,” katanya pula.

Dia mengaku, pemerintah kesulitan mencegah peredaran alkohol kadar 70% dijadikan bahan baku pembuatan miras oplosan tersebut. Sebab barang ini bebas dibeli di warung, apotik, atau pun minimarket.

“Alkohol itu kan jelas tak boleh diminum. Itu cairan untuk penyakit kulit atau luka dan sejenisnya. Jadi pencegahannya kita kembalikan lagi pada masyarakat. Di botol alkohol tertulis hanya dioleskan pada bagian memerlukan. Kok ini malah diminum?” bebernya.

Namun, Rudy menegaskan biaya pengobatan para pasien keracunan miras oplosan itu ditanggung pemerintah.

*******

Noel, Jdh.