MI Al Bariyah Mendesak Miliki Tiga RKB

0
178 views
Dua Ruang Kelas Menumpang pada Madrasah Diniyah Genteng.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/07 – 2016 ).

Dua Ruang Kelas Menumpang pada Madrasah Diniyah Genteng.
Dua Ruang Kelas Menumpang pada Madrasah Diniyah Genteng.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Bariyah di Kampung Genteng Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Garut. Kian sangat mendesak bisa segera memiliki tiga “ruang kelas baru” (RKB).

Lantaran hingga kini masih terdapat murid yang terpaksa menumpang pada dua ruang kelas milik Diniyah Genteng.

Berkondisi sangat memprihatinkan. Bahkan diusir secara halus sebab bakal kembali digunakan pengelola Diniyah, yang mulai merehabilitasi kedua ruang kelas tersebut.

Ruang Kelas Bersumber Dana Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Panawuan.
Ruang Kelas Bersumber Dana Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Panawuan.

Sehingga, kendati kedua ruang kelas ini masih dimanfaatkan “kegiatan belajar mengajar” (KBM) MI Al Bariyah. Namun berkondisi tak nyaman, menyusul tiang beton serta atap tembok permanennya nampak “pasolengkrah” atawa cukup mengganggu proses KGM.

Malahan segenap pengelola MI Al Bariyah pun, kian dihantui kekhawatiran apabila mendadak sontak langsung diusir pengelola Diniyah, ungkap Kepala MI Al Bariyah Iwan Sumiarwan, S.Ag.

Kepada Garut News, Kamis (28/06-2016) juga dikatakan, jumlah seluruh anak didiknya mencapai 212 murid dikelola 11 guru termasuk kepala sekolah, dan seorang penjaga sekolah.

Hanya kepala sekolah yang berstatus PNS, selebihnya tenaga honorer meski terdapat sembilan guru lulusan S1, serta seorang guru lainnya tengah menyelesaikan kuliah program S1, terdapat pula tiga tenaga pengajar telah bersertivikasi, dan enam guru baru lulus sertivikasi, ungkap Iwan.

Proses KBM.
Proses KBM.

Sedangkan sarana dimilikinya terdiri, tiga RKB milik Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Panawuan, ruangan kepala sekolah berukuran 3 x 1,5 meter, jamban guru, serta jamban putra, dan jamban putri, seluruhnya dibangun diatas tanah seluas 360 m2.

Karena itu, harapannya bisa dibangunnya tiga RKB termasuk pengadaan meubelar direncanakan direalisasikan pada dua lantai, yang sangat pula diharapkan mendapatkan bantuan pasokan anggaran dari Kementerian Agama.

Bahkan juga dari Pemkab setempat. menyusul Pemkab Garut pun pernah membantu pembangunan RKB pada MI lainnya.

Dikepung Areal Persawahan, Serta Padatnya Pemukiman Penduduk.
Dikepung Areal Persawahan, Serta Padatnya Pemukiman Penduduk.

Sebanyak 212 murid tersebut, meliputi kelas satu dengan 31 murid, kelas dua (32 murid), kelas tiga (44 murid), kelas empat (33 murid), kelas lima (38 murid), serta kelas enam dengan 34 murid.

Khusus kelas satu dan dua, memanfaatkan satu RKB yang diatur bergantian atawa dua ship, dilengkapi sarana perpustakaan pada masing-masing kelas.

Mi Al Bariyah didirikan sejak 1994, selama ini terdapat 15 kali lulusan. Pada 2016 ini pun diagendakan bisa menambah muatan lokal pencak silat Tapak Suci.

Sedangkan prestasi pernah diraih di antaranya jura kedua cabang olahraga catur putra pada tingkat kelompok kerja madrasah.

Iwan Sumiarwan Berdialog Dengan Murid Kelas Lima di Ruang Kelas Pinjaman.
Iwan Sumiarwan Berdialog Dengan Murid Kelas Lima di Ruang Kelas Pinjaman.

Namun hingga sekarang, meski lembaga pendidikan ini hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari Kantor Bupati, namun selain belum pernah mendapat kunjungan pejabat, juga selama ini pula masih belum pernah mendapat bantuan apapun dari Pemkab setempat.

Iwan Sumiarwan, sejak Januari 2012 memimpin MI Al Bariyah, selama kepemimpinannya bisa menambah satu ruang kelas berukuran 42 m2, ruang kepala sekolah, serta jamban guru, jamban putra, dan jamban putri.

Dia juga sangat prihatin, lantaran setiap seluruh staf pengajarnya rata-rata telah mengabdikan diri selama sepuluh tahun, tetapi nasibnya masih honorer.

“Dikepung Pemukiman Padat Penduduk”

MCK.
MCK.

MI Al Bariyah Genteng, selain dikepung areal persawahan. Juga pemukiman pada penduduk dengan kondisi sanitasi bahkan sumber airnya sangat memprihatinkan.

Sumber air MCK dari jaringan selokan yang tak memenuhi syarat kesehatan, sebab sarat dipenuhi ragam sampah, kemudian dari MCK yang satu mengalir pada MCK lainnya secara berurutan.

Sehingga juga mendesak segera dibangun sumber air bersih berikut sarana, dan prasarana pendukungnya.

Di perkampungan yang berstatus kelurahan.

Sumber Air Utama MCK Penduduk. Miris, dan Sangat Memilukan.
Sumber Air Utama MCK Penduduk. Miris, dan Sangat Memilukan.
Air Buangan MCK Mengalir dan Dimanfaatkan MCK Lainnya.
Air Buangan MCK Mengalir dan Dimanfaatkan MCK Lainnya.

Namun selama ini berkondisi nyaris menyerupai daerah sangat terpencil dan tertinggal.

 

*******

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here