Mewaspadai Krisis Air Bersih

Garut News ( Kamis, 18/09 – 2014 ).

Krisis Air Bersih di Kampung Kaledong Kadungora, Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).
Krisis Air Bersih di Kampung Kaledong Kadungora, Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).

Selama musim kemarau, BPBD Kabupaten Garut, Jabar, senantiasa mewaspadai kemungkinan terjadi krisis air bersih pada sejumlah wilayah kecamatan.

Setidaknya ada sepuluh wilayah kecamatan dinilai rawan krisis air bersih kini menjadi atensi BPBD.

Terdiri wilayah Kecamatan Cibatu, Selaawi, Balubur Limbangan, Cibiuk, Leuwigoong, Karangpawitan, Sukawening, Karangtengah, Malangbong, Pakenjeng, dan Kecamatan Bungbulang.

Inilah Potret Kampung Kaledong. (Foto : John Doddy Hidayat).
Inilah Potret Kampung Kaledong. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Tiga kecamatan bahkan meminta bantuan pasokan air bersih lantaran beberapa penduduknya kesulitan air bersih, yakni Selaawi, Balubur Limbangan, dan Cibatu. Kita berkoordinasi dengan PDAM, serta Distarkim, dan dikirim pasokan air bersih dari PDAM pada tiga kecamatan tersebut dua kali sehari,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD kabupaten setempat, Dik Dik Hendrajaya, Kamis (18/09-2014).

Dikemukakan, sejumlah daerah mengalami kesulitan air besar sejak memasuki musim kemarau lantaran debit air pada sumber air bersih mengalami penurunan drastis, bahkan mengering, katanya.

Meski pada beberapa titik masih terdapat sumber air permukaan seperti sungai, dan selokan keperluan Mandi Cuci dan Kakus (MCK), namun debitnya berkurang. Kondisinya pun tak layak.

“Krisis air bersih juga lebih disebabkan ketersediaan air pada sumber mata air berkurang sebab daerah serapan mengalami kerusakan. Karena itu penting sekali adanya peningkatan kesadaran masyarakat memelihara kondisi konservasi lingkungan,” katanya pula.

Selain krisis air bersih, kata dia, BPBD juga mewaspadai sejumlah kebencanaan lain biasa terjadi pada kemarau. Termasuk soal kebakaran, dan angin kencang belakangan kerap terjadi.

Mengantisipasinya, BPBD pun gencar melakukan sosialisasi kebencanaan kemarau pada sejumlah kecamatan, bergiliran.

Kasus kebakaran terjadi di sejumlah tempat pada kemarau ini. Termasuk kebakaran hutan Gunungapi Guntur menghanguskan sekitar 100 hektare lahan cagar alam, serta kasus kebakaran Pasar Andir Bayongbong menghanguskan sedikitnya 463 kios, dan los bertotal kerugian material sekitar Rp25 miliar.

******

Noel, Jdh.

Related posts