Meski Kecil, Ikan Nemo Bisa Jelajahi Lautan hingga 400 Kilometer

Garut News ( Kamis, 18/09 – 2014 ).

Ikan badut atau nemo. (WIKIPEDIA).
Ikan badut atau nemo. (WIKIPEDIA).

Penelitian terbaru menemukan bahwa bayi ikan badut (clownfish) dapat berenang hingga 400 kilometer. Tidak terbayangkan jarak begitu jauh ditempuh oleh hewan yang hanya berukuran beberapa centimeter ini.

Walau sebenarnya ilmuwan pun tidak mengetahui seberapa jauh jarak yang mampu ditempuh ikan badut ini.

“Penelitian ini akan mencari tahu seberapa jauh ikan ini mampu menjelajahi lautan,” ujar ahli biologi kelautan dari University of Exeter Inggris, Stephen Simpson.

Tentu tidak mudah mengukur jarak jelajah si kecil ini. Peneliti tak menggunakan GPS atau GoPro melainkan melacak perjalanan larva dan ditemukan ratusan kilometer penjelajahan dilakukan larva tunggal.

Menurut Jurnal PloS ONE yang diterbitkan Rabu (17/9/2014), tim melakukan pengambilan sampel—untuk diambil DNA—di sirip ikan dan dilepaskan kembali kelautan.

Hasilnya, peneliti menemukan DNA sirip Nemo pada terumbu karang yang berjarak ratusan kilometer dari tempat pertama ditemukan.

Faktanya, tim peneliti menemukan jumlah besar bahwa larva Nemo menjelajah dari terumbu karang di bagian utara menuju selatan yang searah dengan arus laut.

Bisakah Anda bayangkan hewan kecil berwarna oranye ini menjelajahi luasnya lautan?

Mereka hanya akan tampak seperti butiran padi saja. Ditambah berbagai risiko yang mungkin dihadapi, seperti pemangsa.

“Mereka tidak akan mudah menghadapi laut terbuka,” papar Hugo Harrison, salah satu penulis penelitian.

Harrison mengatakan bahwa alasan ikan badut berani jelajahi lautan terbuka karena penyebaran lingkungan baru itu penting.

Melalui perjalanan jauh dari tempat asalnya tentu memastikan keragaman genetik antara ikan. Pencampuran gen pun berfungsi sebagai antisipasi dari kepunahan.

Maka, perjuangan Marvin di Finding Nemo tentang beratnya kehidupan di lautan mungkin sesuai kenyataannya.(Jason Bittel)

******

Editor : Tri Wahono
Sumber : National Geographic Indonesia/Kompas.com

Related posts