Meretas Pewaris Dua Jurnalis Kawakan Washington Post

0
4 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 30/04 – 2016 )

Ilustrasi Kalangan Jurnalis Muda Indonesia Juga Miliki Potensi Bisa Berkelas Dunia.
Ilustrasi Kalangan Jurnalis Muda Indonesia Juga Miliki Potensi Bisa Berkelas Dunia.

Woodward dan Bernstein, dua jurnalis kawakan Washinton Post, ternyata tak sekedar banyak menulis berita ekslusif mengenai skandal Watergate.

Melainkan, kepiawaiannya melakukan “deep investigation reporting”, kemudian dengan jari-jemari mereka mengemas laporan kerja kerasnya tersebut.

Bisa membuahkan hasil maksimal, menjadikannya salah satu “ikon” paling monumenal sejarah kelam dunia politik di hamparan muka bumi ini. (John Doddy Hidayat ).

Watergate, skandal politik paling terkenal dalam sejarah Amerika, dan Deep Throat nara sumber misterius juga paling terkenal dalam sejarah jurnalistik.

Ilustrasi Mengeksekusi Nara Sumber Dengan Bidikan Kamera.
Ilustrasi Mengeksekusi Nara Sumber Dengan Bidikan Kamera.

Peristiwa tadinya tampak sebagai pencurian tak berbahaya di bulan Juni 1972 akhirnya berujung pada tumbangnya Presiden Richard Nixon.

Skandal itu juga mengungkapkan berbagai aktifitas pengintaian politik, sabotase dan penyuapan.

Sebagian orang mengatakan, skandal itu mengubah budaya Amerika untuk selamanya, menjatuhkan sang presiden dari singgasananya serta membuat media massa lebih berani.

Dua wartawan surat kabar Washington Post Bob Woodward dan Carl Bernstein memainkan peranan penting dalam memusatkan perhatian kepada skandal itu, dibantu oleh informasi penting dari informan misterius mereka.

Mimpi buruk politik

Watergate, istilah umum menggambarkan rangkaian skandal politik yang kompleks antara tahun 1972 sampai 1974.
SKANDAL WATERGATE

17 Juni 1972: Kantor Partai Demokrat di kompleks Watergate dimasuki orang
11 Nov 1972: Nixon terpilih lagi
30 Jan 1973: Tujuh orang divonis bersalah dalam insiden memasuki kompleks Watergate
18 Mei 1973: Senat memulai dengar pendapat mengenai skandal itu yang ditanyangkan di televisi
17 Nov 1973: Nixon menyatakan, ‘Saya bukan seorang pecundang’
27 Juli 1974: Konggres meng-impeach Nixon
8 Agustus 1974: Presiden Nixon mengundurkan diri

Nama itu juga merupakan nama sebuah kompleks yang terdiri dari berbagai kantor, hotel dan apartemen di Washington DC.

Ilustrasi. Tiada Hari Tanpa Berita.
Ilustrasi. Tiada Hari Tanpa Berita.

Di kompleks itulah pada tanggal 17 Juni 1972 lima laki-laki ditangkap ketika sedang memasang alat penyadap di perkantoran Komite Nasional Partai Demokrat.

Insiden yang terjadi saat kampanye pemilihan sedang berlangsung di tahun tersebut, setelah diselidiki ternyata dilakukan oleh sejumlah anggota kelompok pendukung Nixon, Komite untuk Pemilihan Kembali Presiden.

Dua pencuri dan dua orang lain yang ikut serta divonis bersalah bulan Januari 1973, namun banyak orang, termasuk hakim yang memimpin sidang itu John Sirica, menduga ada sebuah konspirasi yang mencapai sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan.

Peristiwa itu berubah menjadi skandal yang lebih luas ketika salah seorang pencuri yang divonis bersalah, yang dihukum berat karena menolak mengungkapkan informasi soal skandal itu, menulis kepada hakim Sirica dan menyatakan ada upaya tutup mulut besar-besaran.

Rekaman rahasia

John Doddy Hidayat.
John Doddy Hidayat/ Ist.

Senat meluncurkan penyelidikan yang melibatkan sejumlah tokoh politik besar termasuk mantan jaksa agung John Mitchell dan kepala penasehat Gedung Putih John Ehrlichman dan HR Haldeman.

Di bulan April 1974, Nixon tunduk kepada tekanan publik dan menerbitkan sebagian catatan pembicaraannya yang direkam sehubungan dengan Watergate.

Namun hal itu tidak menghentikan merosotnya dukungan bagi pemerintahannya, ataupun persepsi publik bahwa dia ikut serta dalam konspirasi itu.

Bulan Juli di tahun yang sama, Mahkamah Agung memerintahkan Nixon agar menyerahkan semua kaset rekaman pembicaraannya mengenai skandal itu.

Sementara itu, Komite Hukum Konggres telah menyelesaikan penyelidikannya dan meloloskan tiga poin impeachment terhadap Nixon.

Tanggal 5 Agustus Nixon memberikan catatan tiga rekaman pembicaraan.

Dia mengakui bahwa dirinya mengetahui adanya upaya untuk menutup-nutupi tidak lama setelah peristiwa Watergate dan bahwa dia mencoba menghentikan penyelidikan FBI.

Empat hari kemudian, dia menjadi satu-satunya presiden Amerika yang mengundurkan diri dari jabatannya, dan kemudian digantikan oleh Wakil Presiden Gerald Ford.

Presiden Ford kemudian mengampuni Nixon untuk menghindari sidang pengadilan, sementara para penasehat Nixon, Haldeman, Ehrlichman dan Mitchell adalah di antara orang-orang yang divonis bersalah pada tahun 1975 atas peran mereka.

Mengikuti arah uang

Woodward dan Bernstein menulis berbagai berita eksklusif ketika skandal itu semakin berkembang.

Buku mereka mengenai skandal itu, All The President’s Men, dibuat film dengan pemeran utama Dustin Hoffman dan Robert Redford.

Lebih 30 tahun setelah skandal Watergate terungkap, mantan Wakil Kepala FBI Mark Felt akhirnya mengakui dia adalah Deep Throat

Berbagai adegan yang diingat orang termasuk pertemuan pertama Woodward dengan Deep Throat, yang menyalakan rokok di kegelapan, garasi parkir yang sederhana, dan seorang sumber yang mengatakan kepada Woodward agar “mengikuti arah uang”.

Ketika skandal Watergate terus terungkap, Deep Throat menjadi khawatir perannya dalam penyelidikan Washington Post akan dibeberkan, kata Woodward kemudian.

Deep Throat diyakini menuntut agar dia dan Woodward berhenti berbicara lewat telpon, karena takut saluran telpon disadap, dan keduanya mulai bertemu di malam hari dalam sebuah garasi tempat parkir umum di Washington.

Bila Woodward ingin bertemu Deep Throat, wartawan itu mengubah posisi pot bunga di jendela apartemennya.

Bila Deep Throat ingin bertemu Woodward, dia melingkari halaman 20 koran New York Times yang diantarkan tukang koran ke rumah Woodward.

Selama beberapa dekade ada spekulasi mengenai identitas Deep Throat, namun hal itu hanya menambah misteri.

Akhirnya, spekulasi itu berakhir.

*********

Sumber : BBC Indonesia.com