Merenung Bersama Tunggu Calon Penumpang

0
15 views
Mereka Merenung Bagaikan Gunung, menunggu Calon Penumpang.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 07/08 – 2016 ).

Mereka Merenung Bagaikan Gunung, menunggu Calon Penumpang.
Mereka Merenung Bagaikan Gunung, Menunggu Calon Penumpang.

Kusir delman bersama penarik becak merenung bersama pada moda angkutan penumpangnya masing-masing.

Menunggu datangnya calon penumpang, yang diharapkan bisa menggunakan sarana transfortasi mereka.

Keduanya sabar menunggu hingga puluhan menit lamanya.

Pada salah satu blok pasar Tradisional Guntur Ciawitali Garut, Jawa Barat, Ahad (07/08-2016).

Kuli Pikul.
Kuli Pikul.

Masing-masing penyedia jasa tersebut, juga memiliki “asa” yang membuncah datangnya calon penumpang seusai berbelanja dari pasar tradisional atawa pasar rakyat itu.

Pasar tradisional ini pun, cerminan budaya asli daerah setempat, memiliki siklus profesi yang saling bergantung, di antaranya terdapat kalangan petani dengan ragam produknya di pasar rakyat.

Demikian pula kalangan peternak, nelayan, pedagang, kuli pikul, serta tukang sayur-mayur, termasuk kalangan pengamen, lembaga perbankan, para pengemudi angkutan penumpang umum dan lain sebagainya.

Asa Membuncah Dari Pasar Tradisional.
Asa Membuncah Dari Pasar Tradisional.

Juga penarik becak serta kusir delman tersebut.

Sehingga bisa dibayangkan, jika pasar tradisional menghilang. Berapa banyak penduduk bakal kehilangan pekerjaan?.

Padahal keunggulan pasar rakyat di antaranya, memiliki interaksi sosial sangat kuat.

Malahan senantiasa memanusiakan manusia, kalangan konsumen pun bisa unjuk kepiawaiannya dalam seni tawar menawar, yang dipastikan tak ditemukan pada pasar-pasar modern.

Suasana Pasar Tradisional.
Suasana Pasar Tradisional.

Namun ironis pertumbuhan pasar rakyat di negeri ini, terus-menerus melorot. Pada 2014 pertumbuhannya minus 8,1 persen, sedangkan pasar modern mengalami peningkatan 31,4 persen.

Maka diperlukan upaya nyata, agar pasar rakyat dapat mengimbangi pasar modern supaya keduanya bisa tumbuh, dan berkembang seimbang.

Karena itu, wujudnya pasar tradisional, tetapi manajemennya kudu modern, amien.

 

********

 

Pelbagai Sumber.