Meratapi Komoditi Bernilai Rp20 Miliar Rata Dengan Tanah

0
60 views

“P3L Mendorong Kepala Staf Kepresidenan Segera Turun Tangan”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 18/05 – 2016 ).

Hingga Menjelang Rabu Sore Masih Nampak Kobaran Api, Meski Dikeliling Police Line, Namun Tak Terdapat Personil Aparat Penegak Hukum.
Hingga Menjelang Rabu Sore Masih Terdapat Beberapa Titik Kobaran Api, Meski Dikeliling Police Line. Namun Tak Terdapat Personil Aparat Penegak Hukum.

Ribuan pemilik kios juga los pedagang kaki lima pada “tempat penampungan sementara” (TPS) Pasar Limbangan di Lapangan Pasopati Desa Limbangan Tengah, masih merenung meratapi musnahnya ragam komoditi mereka bernilai total lebih Rp20 miliar.

Lantaran ludes diranggas kobaran api, dan kini menjadi rata dengan tanah. Menyusul tak seorang pun pedagang berhasil menyelamatkan barang dagangan dalam tragedi “mencurigakan” yang terjadi Rabu dini hari (18/05-2016) sekitar pukul 01.00 tersebut.

Warga Pasar Darurat Masih Berupaya Mengais Sisa Puing Diranggas Kobaran Api.
Warga Pasar Darurat Masih Berupaya Mengais Sisa Puing Diranggas Kobaran Api.

Demikian antara lain dikemukakan Ny. Basar yang juga mengaku ragam mata dagangannya bernilai ratusan juta rupiah termasuk bangunan kiosnya, kini hanya menyisakan bongkahan bahkan serpihan arang.

Prahara serupa juga dialami para pedagang lainnya, termasuk pedagang kosmetik beromset penjualan ratusan juta rupiah musnah, sebab umumnya para pedagang baru mendatangkan beragam komoditinya guna memersiapkan kegiatan pasar mingguan, serta persiapan menjelang awal Puasa Ramadlan.

Ny. Basar mengemukakan “kepedihan” tersebut, sambil menunggu proses perawatan suaminya Ketua “Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan” (P3L) Basar Suryana, yang terpaksa dirawat pada UGD Puskesmas DTP Limbangan dikarenakan tumbang sangat “kecapaian”.

Kalangan Ibu-ibu Masih Penasaran Mencari Barang yang Mungkin Bisa Diperoleh Kembali.
Kalangan Ibu-ibu Masih Penasaran Mencari Barang yang Mungkin Bisa Diperoleh Kembali.

Kepada Garut News, Basar Suryana katakan secepatnya pihaknya berangkat langsung ke Jakarta sambil membawa surat permohonan resmi, di antaranya untuk mendorong Kepala Staf Kepresidenan agar segera turun tangan memertemukan maupun mempasilitasi para pihak.

Terdiri pihak pengembang pembangunan pasar yang baru, Pemkab Garut, serta warga lingkungan Sindang Anom.

Selain itu, semakin mendorong jajaran aparat “penegak hukum” bisa segera melakukan penyelidikan bahkan penyidikan terhadap kuatnya indikasi pasar darurat itu, sengaja dibakar.

Anak-anak Dikerahkan Mencari Kemungkinan Terdapatnya Barang yang Masih Utuh.
Anak-anak pun Ikut Serta Mencari Kemungkinan Terdapatnya Barang yang Masih Utuh.

Basar Suryana serta umumnya para pedagang di pasar darurat ini pun, sangat menyesalkan sikap bupati saat meninjau lokasi kebakaran justru masih bersikeras pembangunan pasar baru Limbangan memiliki IMB, tanpa memikirkan proses pembangunan sebelumnya tak dilengkapi IMB.

Sehingga masyarakat pasar darurat menilai bupati sama sekali tidak pro rakyat, melainkan pro pihak pengembang, tandas Basar Suryana.

Dikemukakan, sumber api pemicu kebakaran diketahui muncul dari tiga titik terpisah pada jajaran kios terdepan berdekatan masjid seputar lingkungan permukiman warga.

Akibatnya bangunan kios dan los terbuat dari kayu serta bahan bangunan lain mudah terbakar, menjadikan kobaran api sangat cepat merambat ke bangunan-bangunan kios arah tengah hingga paling belakang.

Berupaya Memanfaatkan Sisa Puing Diranggas Kobaran Api.
Berupaya Memanfaatkan Sisa Puing Diranggas Kobaran Api.

Sedangkan sebelumnya tercium ada pergerakan mencurigakan dari beberapa orang tak dikenal. Tetapi kemampuan kita terbatas, dan apa yang kita takutkan ternyata terjadi, ungkap Basar Suryana pula.

Sekarang para pedagang sangat kebingungan, lantaran selain seluruh barang dagangan ludes, juga sebagian besar mereka justru baru saja menambah pesanan barang menghadapi ramainya transaksi jual beli menjelang Ramadlan.

Sehingga, beban ekonomi para pedagang semakin bertambah berat. Jangankan menebus utang ke perbankan, berdagang pun tak bisa, semua modal hangus.

Menelisik Barang Sisa Kebakaran.
Menelisik Barang Sisa Kebakaran.

Padahal begitu kebakaran diketahui, pukul satu itu, langsung lapor ke Polsek Limbangan dan meminta menghubungi Damkar diturunkan ke lokasi.

Mobil Damkar justru baru tiba di lokasi ketika semua kios ludes, Demikian disesalkan tandas Basar Suryana.

“Bupati Dinilai Pro Pengembang”

Bupati Rudy Gunawan menolak keinginan para pedagang Pasar Limbangan korban kebakaran agar gedung baru Pasar Limbangan depan Jalan Raya Bandung-Malangbong disegel.

Para pedagang meminta gedung disegel agar tak menimbulkan kecemburuan sosial antarpedagang paska kebakaran. Sebagian pedagang pindah lokasi berdagangnya di gedung baru yang dibangun pengembang PT Elva Primandiri.

Warga Pasar Masih Berupaya Padamkan Titik Api.
Dengan Ragam Keterbatasan Warga Pasar Masih Berupaya Padamkan Titik Api.

Sedangkan kebanyakan lainnya belum pindah, bahkan kehilangan kios berikut seluruh barang dagangannya.
Bupati Rudy malahan menawarkan agar para pedagang korban kebakaran langsung pindah ke gedung baru dengan masalah pembayaran diproses belakangan.

Dia juga membantah gedung baru Pasar Limbangan tersebut ilegal seperti ditudingkan P3L selama ini. Dia bahkan balik memertanyakan dasar hukum tudingan tersebut.

“Silahkan masuk setelah verifikasi, dan masalah pembayaran diproses belakangan!,” katanya kepada para pedagang di halaman gedung baru Pasar Limbangan, Rabu (18/05-2016).

Bendera Merah Putih Setengah Tiang.
Bendera Merah Putih Setengah Tiang.

Daripada disambut gembira, penawaran Rudy itu justru disambut teriakan dan cemoohan para pedagang tampak marah atas kebakaran terjadi, dan berlarut-larutnya soal pembangunan Pasar Limbangan.

Apalagi, meski sempat menyatakan keprihatinannya atas kebakaran pasar, Rudy justru mengeluarkan pernyataan terkesan menantang. Dia memersilahkan para pedagang mengadu ke kepolisian jika dinilai ada kejanggalan maupun dugaan korupsi dalam proses pembangunan Pasar Limbangan.

Termasuk peristiwa kebakaran yang menimpa pasar darurat tempat mereka berdagang.

Basar Suryana Terpaksa Dirawat Akibat Sangat Kecapaian.
Basar Suryana Terpaksa Dirawat Akibat Sangat Kecapaian.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Garut Wawan Nurdin mengklaim sebenarnya banyak pedagang mau pindah ke gedung baru, mencapai sekitar 600 pedagang. Hanya mereka masih berdagang di pasar darurat, terutama pagi hari.

Disinggung tentang tudingan kebakaran pasar ada faktor kesengajaan, Wawan menilai hal itu merupakan kewenangan pihak kepolisian memastikannya.

“Itu kan harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.

Menanggapi pernyataan Bupati Rudy, Ketua P3L Basar Suryana menilai solusi ditawarkan Rudy terlambat. Para pedagang dan warga penat dengan proses negosiasi pembangunan Pasar Limbangan selama 3,5 tahun tak kunjung tuntas.

Dijaga Ketat Aparat Termasuk Kelengkapan Sarananya.
Dijaga Ketat Aparat Termasuk Kelengkapan Mobilitas Sarananya.

Dia menegaskan pihaknya tetap bertahan dalam sikapnya hingga ada kepastian menyangkut tuntutan mereka selama ini.

“Ini (kebakaran) warga pasar diratakan dalam pembakaran pasar di TPS,” sesalnya.

Selain menghanguskan ribuan unit bangunan kios dan los berikut seluruh barang dagangannya, kebakaran menimpa pasar darurat Pasar Limbangan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu juga menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga rusak pada bagian kaca karena terimbas jilatan api kebakaran.

Paska kebakaran, sekitar pukul 07.00 WIB, warga sempat berduyun-duyun berunjuk rasa depan gedung baru Pasar Limbangan depan Jalan Raya Bandung-Tasikmalaya. Bahkan sempat melakukan pemblokiran jalan nasional sekitar pasar itu dengan memasang tumpukan bata merah disertai pembakaran ban bekas di arah timur maupun barat.

Pasar Baru Limbangan Dijaga Ketat Aparat.
Pasar Baru Limbangan Dijaga Ketat Aparat.

Maka asap hitam pekat mengepul memenuhi udara sekitar. Arus lalu lintas kendaraan pun tertutup. Kendaraan pelbagai jenis melintas dari arah Bandung tujuan Malangbong-Tasikmalaya pun dialihkan melalui jalur Kadungora Garut.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Malangbong menuju Bandung dialihkan melalui jalur Leuwigoong.

Arus lalu lintas kembali lancar, usai pemblokiran jalan dibuka sekitar pukul 12.00 WIB.

“Saking emosinya, dalam aksi unjuk rasa, bukan hanya Bupati Rudy yang menjadi sasaran kemarahan warga melainkan juga Kapolres Garut, dan sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai pro pengembang”

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here