Merancang Bangun Angkutan Bisa Nafkahi Anak Istri

0
15 views

“Jika Dilihat Teknokrat Jepang, Mungkin Mereka Bisa Tersinggung”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 04/04 – 2016 ).

Moda Pengangkut Bata Merah.
Moda Pengangkut Bata Merah.

Kreativitas merancang bangun moda angkutan barang, dari kemasan sepeda motor yang umunya produk Jepang.

Ternyata selama ini banyak dilakukan kalangan penduduk di wilayah Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Meski hasil inovasi masyarakat itu, barangkali jika dilihat kalangan teknokrat negeri matahari terbit itu, mereka bisa saja “tersinggung”……. he.he.

Lantaran produk sepeda motor, yang dari pabriknya dikemas apik memenuhi kebutuhan mobilitas transfortasi.

Bongkar Muatan.
Bongkar Muatan.

Justru oleh Penduduk Garut malahan “dibedah” menjadi berbentuk yang tak “jelas”

Agar ragam jenis atawa merk kendaraan bermotor buatan Negeri Sakura tersebut, bisa dijadikan wahana pengangkut bata merah hingga mencapai 100 buah sekali angkut.

Bahkan selain bisa mengangkut 100 buah bata merah dari areal pencetakannya menuju dapur pemkabaran atau “silo”.

Juga dengan jasa jenis moda angkutan barang seperti ini, dengan mudahnya bisa melintasi bentangan jalan setapak, malahan kerap melewati lintasan pematang sawah yang agak lebar.

Yang Penting Bisa Jalan.
Yang Penting Bisa Jalan.

Kendati kondisi lintasan jalannya tak mulus, termasuk becek dan licin. Tetapi komoditi bata merah bisa diangkut dengan aman sampai tujuan.

“Dipastikan pula selama ini tak pernah dirazia, atawa ditilang Polantas”, he.he.

“Sehingga buruh pengakutnya, bisa pula memenuhi kebutuhan menafkahi anak – istri di rumah masing-masing”

Sebab ongkos angkut sebuah bata merah berkisar Rp5 hingga Rp50.

Tergantung panjangnya jarak tempuh, serta tingkat kesulitan medan jalan yang dilintasi.

Celah Penyimpanan Bata Merah Untuk Diangkut.
Celah Penyimpanan Bata Merah Untuk Diangkut.

Namun setiap buruh rata-rata bisa mengantongi upah Rp100 ribu setiap hari, mereka mulai bekerja mengemudikan jenis moda itu, sejak pagi-pagi buta hingga menjelang sore.

Sedangkan jarak tempuh yang dilaluinya, berkisar sejauh 500 meter hingga 1.000 meter, termasuk melintasi jalan raya berkonstruksi hotmix.

Kesulitan diakui buruh angkut, antara lain jika di lokasi percetakan bata merah, barangnya masih basah.

Maka terpaksa ditunggu hingga kering, meski menelan waktu lama.

Lintasan jalan yang Kerap Dilalui.
Lintasan jalan yang Kerap Dilalui.

Akibatnya waktu kerjanya menjadi panjang hingga menjelang malam.

Guna mendapatkan upah Rp100 ribu, katanya.

 

 

******