Meradang Jasa Layanan RSU Dinilai “Buruk” Murid SD

0
17 views

“Kadisdik Garut Pasrah Tak Berdaya”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 24/03 – 2016 ).

RSU dr Slamet Garut.
RSU dr Slamet Garut.

– Lantaran soal Bahasa Indonesia diujikan pada kegiatan “Pemantapan Persiapan Ujian Sekolah” (PPUS) tingkat SD dinilai menyudutkan Badan Pengelola RSU dr Slamet.

Maka pihak rumah sakit pun mendadak-sontak “meradang”. Tak terima, bahkan mungkin “sakit hati”

Soal tersebut memuat seputar gambaran jasa pelayanan RSU tersebut yang buruk. Baik tenaga pegawai atawa ketersediaan fasilitasnya.

Sehingga, terjadi kegaduhan antara pihak RSU dengan “Dinas Pendidikan” (Disdik) setempat, sebab dinilai “kudu” bertanggung jawab.

Sejumlah pegawai RSU, juga menuding termuatnya penilaian jeleknya jasa pelayanan RSU dalam soal itu merupakan kesengajaan. Sehingga pembuat, dan meloloskan terdapatnya soal ini mesti ditindak tegas sebagai bentuk pertanggungjawaban mendiskreditkan rumah sakit milik Pemkab setempat itu, katanya.

“Jika tak sengaja, mestinya saat diketik pun bisa diduga, soal semacam ini bisa memancing masalah,” ungkap seorang pegawai RSU, tetapi enggan disebutkan namanya, Rabu (24/03-2016).

Kepala Disdik Mahmud mengakui hal tersebut merupakan kelalaian pihaknya. Meski apabila ditelusuri, dia berdalih munculnya kasus itu, merupakan kekeliruan guru perwakilan dari Garut menjadi tim pembuat soal dari Provinsi Jawa Barat.

“Kata pembuatnya, soal itu dibuat dengan cara menyadur dari internet tanpa dimaksudkan mendiskreditkan pihak rumah sakit. Kami evaluasi dan konfirmasi bersangkutan. Namun apapun itu kekeliruan dan kesalahan. Kami pun membuat surat teguran kepada yang bersangkutan. Dia juga diwajibkan membuat surat pernyataan terbuka dan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit,” imbuh Mahmud pula.

Dikemukakan, ada dua orang akan diberi sanksi, guru pembuat soal dan pengawas berkewajiban mengedit soal. Guru bersangkutan tak dilibatkan lagi dalam kegiatan pembuatan soal. Sedangkan pengawasnya dievaluasi karena dinilai merugikan lembaga lain, termasuk Disdik, katanya.

Mahmud juga mengaku menghubungi pihak RSU serta menugaskan dua pejabat Disdik menghadap Direktur Badan Pengelola RSU. Pihaknya pun mengirimkan surat tembusan ke Inspektorat terkait kasus itu.

“Kejadian ini mengesankan pihak Disdik ada apa-apa dengan rumah sakit. Padahal kita harmonis. Tetapi kami jemput bola. Apa pun terjadi. Apapun alasannya, itu kesalahan kami,” kata dia.

Humas RSU Lingga Saputra katakan, pihaknya belum memutuskan langkah lebih lanjut dengan alibi Rirektur RSU sedang tugas luar. Namun diakuinya, pihaknya kedatangan dua pejabat Disdik.

Kata Lingga, kasus tersebut mulai mendapat perhatian ketika seorang pegawai RSU sangat keheranan mendengar anaknya mengatakan pelayanan RSU Garut buruk.

Ketika ditanya, sang anak mengatakan diketahuinya dari soal Bahasa Indonesia diisinya sewaktu mengikuti PUPS. (aya-aya wae nya….. red.).

*******

( nz, jdh ).