Pemetik Batang Cabe Merah Garut Berupah Rp7.000/Karung

0
13 views
Nyaris Seharian Menyortir Cabe Merah Kering Secara Manual.

“Daya Beli Masyarakat Semakin Memprihatinkan”

Garut News ( Sabtu, 04/11 – 2017 ).

Nyaris Seharian Menyortir Cabe Merah Kering Secara Manual.

********* Banyak di antara kalangan ibu-ibu di Garut, Jawa Barat, selain mengemban kewajiban sebagai ibu rumah tangga juga sekaligus maksimal meluangkan waktu untuk bekerja sambilan sebagi pemetik batang cabe merah besar kering hingga mencapai berkarung-karung, kemudian batangnya dibuang agar komoditi tersebut berkualitas murni 100 persen.

Namun kemampuan produktivitas penyortiran secara manual tersebut, sangat terbatas. Sehingga hanya bisa meraup upah rata-rata setiap hari Rp7.000 per karungnya, seperti antara lain  dialami seorang ibu rumah tangga di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat.

Meski demikian pekerjaan sambilan itu, terpaksa mereka jalani lantaran desakan pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi keluarga, terutama bahan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Sedangkan memetik batang cabe rawit upahnya Rp15 ribu per karung”

Data BPS RI menunjukkan, kondisi memprihatinkan terlihat dalam pemenuhan kebutuhan makan,dan minum dari pemanfaatan kemampuan daya beli ini.

Alokasi kemampuan biayanya hanya bisa mencapai Rp6.000 setiap kali makan, dan minum. Maka bisa dipastikan kualitas makanan dinikmati individu penduduk pemenuhan kebutuhan makan/minum tiga kali sehari dalam sehari semalam sangat rendah.

Sebab daya beli penduduk hanya Rp19.000 per hari per kapita tersebut, menjadikan kabupaten ini sebagai kabupaten berperingkat kedua terparah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam hal kemampuan daya beli penduduknya.

Menyusul rata-rata pengeluaran atau daya beli penduduk Garut pada 2016 mencapai Rp7.079.000 per kapita per tahun, atau sekitar Rp590 ribu per kapita per bulan.

Kondisi itu, hanya bergeser sedikit dari data survey sosial ekonomi nasional (Susenas) BPS RI 2015, menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk Garut per kapita sangat rendah, hanya sekitar Rp513.370 per kapita per bulan. Atau, terpaut sekitar Rp383.530 dibandingkan Provinsi Jawa Barat mencapai Rp896.000 per kapita per bulan.

***********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.