Menyikapi Skandal Miras Oplosan Tak Cukup Berungkapan “Prihatin”

0
25 views

Garut News ( Senin, 07/09 – 2015 ).

KH. Drs Agus Muhammad Soleh.
KH. Drs Agus Muhammad Soleh.

Ketua “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut, KH Drs Agus Muhammad Soleh beserta seluruh jajarannya, kembali menyatakan keprihatinannya atas skandal minuman keras (miras) oplosan, yang kini kembali menelan banyak korban tewas mengenaskan.

Meski menurutnya, menyikapi kasus tersebut tak cukup dengan ungkapan prihatin, melainkan diperlukan upaya konkrit penanggulangannya, kendati miras oplosan itu produk buatan sendiri pihak korban.

Kepada Garut News, Agus Muhammad Soleh di ruang kerjanya, Senin (07/09-2015), juga mengemukakan himbauan atawa seruannya apapun nama dan jenisnya, miras itu diharamkan, dan merugikan pribadi juga masyarakat.

Sehingga masyarakat bersama para orangtua, hendaknya bisa bersama-sama memelihara putra-putri masing-masing agar tak terjerumus, diperlukan pula perhatian bersama.

Sedangkan upaya konkrit, diperlukan dari setiap seluruh kalangan aparat terkait. Sebab melalui da’wah sejak lama diselenggarakan, sehingga dipastikan para korban penenggak minuman haram inipun mengetahui haramnya miras.

Pada bagian lain keterangannya dikatakan pula, mengenai visa calon jemaah haji merupakan kebijakan pemerintah Saudi melalui jaringan elektronik.

Maka konsekuensinya, kudu akurat pada setiap penulisan data, sehingga pihak penyelenggara ibadah haji juga patut didukung ketersediaan SDM memadai, serta perangkat penunjangnya yang memadai pula.

Dalam pada itu mengenai Islam Nusantara, dinilai bukan barang baru melainkan sebagai upaya lebih mengukuhkan keharmonisan Islam di Indonesia dengan kearifan lokal nusantara.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.