Menteri LH Kaji Ulang Limbah Penyamakan Kulit

Garut News (Ahad, 28/09 – 2014 ).

Menteri Lingkungan Hidup, Prof Baltasar Kambuaya Didampingi Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman.
Menteri Lingkungan Hidup, Prof Baltasar Kambuaya Didampingi Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman.

Menteri Lingkungan Hidup Prof Baltasar Kambuaya berjanji bakal segera mengkaji ulang pola penanganan pengelolaan limbah padat, dan limbah cair pada sentra industri penyamakan kulit di Sukaregang, Garut, Jawa Barat.

Lantaran nyaris selama dua dekade terakhir, masih juga belum tuntas terselesaikan.

“Selain bantuan ‘instalasi pengolahan air limbah’ maupun IPAL, juga pola bantuan dana pengoperasiannya memerlukan kajian dahulu di tingkat kementerian,” ungkap Kambuaya ketika didesak pertanyaan Garut News di Kampung Sarleuleus, Leuwigoong, Garut, Ahad (28/09-2014).

Menteri Lingkungan Hidup Amati Pertumbuhan Kayu Gaharu di Kampung Sarleuleus, Kini Populasinya Mencapai 500 Pohon Lebih, Sedangkan Bibitnya Dari Ternate Maluku Utara.
Menteri Lingkungan Hidup Amati Pertumbuhan Kayu Gaharu di Kampung Sarleuleus, Kini Populasinya Mencapai 500 Pohon Lebih, Sedangkan Bibitnya Dari Ternate Maluku Utara.

Dikemukakan, program pengembangan pengelolaan limbah penyamakan kulit tersebut, bakal dijadikan bahasan, meski proses penyamakan kulit di Sukaregang itu merupakan industri kecil.

Sehingga penanganannya bukan ranah Kementerian Lingkungan Hidup, tetapi kami tetap peduli bakal membantu menanggulangi dampak limbah dihasilkan, katanya.

Kambuaya dalam rangkaian kunjungan kerjanya, antara lain menyerahkan bantuan sarana pengolahan sampah beserta perangkat bor biopori, juga bak sampah pada penduduk Kampung Sarleuleus.

Menyerahkan Bantuan Sarana Pengolahan Sampah Pada Penduduk Kampung Sarleuleus.
Menyerahkan Bantuan Sarana Pengolahan Sampah Pada Penduduk Kampung Sarleuleus.

Dia mengingatkan, jika tak ditangani serius sampah itu bisa menimbulkan masalah, dibuang ke air bermasalah, dibakar pun menimbulkan masalah.

Padahal, kata dia pula, jika sampah dikelola dan didaur ulang dengan inovasi serta kreativitas, justru bisa mendatangkan keuntungan maupun uang.

Kini di seluruh Indonesia terdapat sedikitnya 2.000 bank sampah bisa menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja.

Wakil Bupati Garut Mendukung Penuh Kampung Sarleuleus Menjadi Kampung Lingkungan.
Wakil Bupati Garut Mendukung Penuh Kampung Sarleuleus Menjadi Kampung Lingkungan.

Bahkan, katanya, dari pengelolaan bank sampah ini dapat menghasilkan uang berkisar Rp11 miliar hingga Rp12 miliar.

Diserukan pula, kita termasuk generasi yang akan datang sangat memerlukan udara serta air yang bersih dan sehat, agar kehidupan bisa berkualitas.

Karena itu, juga sangat diharapkan kampung Sarleuleus bisa menjadi Kampung berbasis wasasan Lingkungan bersih dan sehat.

Menteri Lingkungan Hidup Disamput Ramah Penduduk Kampung Sarleuleus.
Menteri Lingkungan Hidup Disamput Ramah Penduduk Kampung Sarleuleus.

Apalagi sekitar 20 personil pada Kementerian Lingkungan Hidup RI berasal dari perkampungan ini, imbuh Kambuaya.

Wakil Bupati Garut, dr H. Helmi Budiman mengapresiasi positip atas rangkaian kunjungan Menteri Lingkungan Hidup tersebut, dan sangat mendukung Sarleuleus dijadikan Kampung Lingkungan.

Menyusul Kabupaten Garut pun, hingga kini masih dibelenggu kondisi pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air pada DAS Cimanuk, kini berstatus tercemar dengan kontributor terbesar berasal dari limbah domestik.

Agus dari Protokol Kementerian Lingkungan Hidup Jelaskan Pertumbuhan Kayu Gaharu.
Agus dari Protokol Kementerian Lingkungan Hidup Jelaskan Pertumbuhan Kayu Gaharu.

Disusul masalah pengelolaan sampah rumah tangga pada wilayah perkotaan, dan diluar wilayah perkotaan.

Kemudian masih minimnya ruang terbuka hijau, baik dari sektor publik maupun private, yang masih jauh di bawah luas minimal 30 persen dari luas wilayah perkotaan.

Sedangkan pada 2006 hingga sekarang menerima bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup, difokuskan pada konservasi sumber daya air, pengembangan biogas, penyediaan sarana informasi lingkungan.

Asisten Perekonomian (paling kanan) Ir H Eddy Muharam, M.Si Juga Dampingi Menteri KLH RI.
Asisten Perekonomian (paling kanan) Ir H Eddy Muharam, M.Si Juga Dampingi Menteri KLH RI.

Juga pengembangan laboratorium lingkungan serta penyediaan sarana pengelolaan sampah dan 3R, katanya.

Sehingga besar harapan tahun tahun mendatang Kabupaten Garut tetap mendapatkan bantuan “Dana Alokasi Khusus” (DAK) bidang lingkungan hidup, juga bantuan pengembangan kapasitas SDM pengelola lingkungan hidup.

Serta adanya bantuan sarana prasarana penanganan masalah lingkungan di Kabupaten Garut.

*******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment