Mental Miskin

0
10 views
Ilustrasi, Menuai Bunga Ibadah Meraih Keridhoan Allah SWT.

25 Feb 2021, 03:30 WIB

Menuai Bunga Ibadah Meraih Keridhoan Allah SWT.

“Kebanyakan kita terkalahkan oleh hawa nafsu, bahkan selalu merasa kurang dan bermental miskin”

OLEH AHMAD AGUS FITRIAWAN

Rasulullah SAW bersabda, “Andai Bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga. Dan, tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian)” (HR Bukhari dan Muslim).

Semua rezeki bersumber dari Allah SWT. Terkadang, Allah luaskan rezeki kepada seseorang, terkadang Allah sempitkan. Tugas kita adalah menerima semua putusan Allah dengan sabar, syukur, dan qanaah (merasa cukup) dengan apa yang Allah karuniakan.

Namun, kebanyakan kita terkalahkan oleh hawa nafsu sehingga merasa tidak pernah cukup, bahkan selalu merasa kurang dan bermental miskin. Demikianlah umumnya manusia, betapa pun banyak yang Allah berikan, terasa kurang dan tidak pernah cukup.

Sudah sepatutnya kita mampu mengenali penyebab yang merasuki diri selalu merasa berkekurangan dan bermental miskin sehingga dengannya itu kita mampu menjadi hamba-Nya yang sabar, bersyukur, dan qanaah.

Pertama, ambisi mencari dunia, bukan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, Allah jadikan kefakiran di depan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai apa yang telah ditetapkan baginya.”

“Barang siapa yang ambisi terbesarnya adalah akhirat, Allah akan memudahkan urusannya, Allah jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam ia tidak menyangkanya” (HR Ahmad).

Kedua, karena jahil terhadap ilmu agama. Ilmu membuat pemiliknya jauh dari cinta dunia dan sadar bahwa akhirat adalah tujuan. (QS al Qashash: 79-80). Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah kekayaan itu adalah banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati” (HR Muslim).

Ketiga, kurang bergaul dengan orang miskin. Rasulullah SAW bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu” (HR Bukhari-Muslim).

Keempat, kurang mensyukuri nikmat yang kecil. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan bersyukur pada nikmat yang banyak” (HR Ahmad).

Kelima, hati yang sakit dan mati. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar: “Apakah kalian menyangka kefakiran itu adalah kekurangan harta?” Abu Dzar menjawab: “Iya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya kekayaan hakiki itulah kekayaan hati dan kefakiran itu adalah kefakiran hati” (HR Ibnu Hibban).

Keenam, kurang ibadah. Rasulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: “Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu” (HR at Tirmidzi).

Ketujuh, jarang berdoa. Padahal, Rasulullah mengajarkan banyak doa-doa agar terhindar dari kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau (HR Abu Daud).

Wallahu a’lam.

******

Republika.co.id/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here