Mensyukuri Dimensi Ruang dan Waktu

0
76 views

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Kamis, 01/01 – 2014 ).

Setiap Hari Apapun Indah, dan Patut Disyukuri.
Setiap Hari Apapun Indah, dan Patut Disyukuri.

Memotret fenomena dimensi ruang dan waktu, dipastikan bakal terus berlalu, dipastikan pula Iptek secanggih apapun tak bisa menahannya.

Barangkali yang abadi itu, perubahan.

Perubahanlah selama ini kerap berpacu dengan dimensi ruang dan waktu, meski makna perubahan itu sendiri beragam.

Bergantung pada siapa menjalaninya, sesuai dengan kapasitas induvidu atawa komunitasnya masing-masing.

Inilah Rumah Ade Beserta Keluarganya, Termasuk Dua Anak Balita,
Inilah Rumah Ade Beserta Keluarganya, Termasuk Dua Anak Balita, Di Campaka, Garut, Jabar.

Juga barangkali, idealnya memaknai perubahan tak hanya sebatas latah pada merebak-maraknya gemerlap malam pergantian tahun.

Lantaran setiap detik denyut napas pada siang dan malam, melintasi dimensi ruang dan waktu setiap hari, adalah anugerah luar biasa, sebab Allah SWT masih memberikan kesempatan.

Memberi kesempatan bertobat dan bersyukur, juga beribadah dengan khusu.

Sehingga setiap hari apapun, adalah dimensi ruang dan waktu yang amat-sangat berharga bahkan tak ternilai manfaatnya.

Maka idealnya memaknai waktu, setiap detik desah napas senantiasa bertobat dan bersyukur kepada Allah SWT, atawa tak hanya habis-habisan menyemarakkan malam pergantian tahun.

Sedangkan dimensi ruang, antara lain rumah tempat berteduh idealnya pula dimaknai sebagai basis pembentukan karakter.

Rumah apapun wujud fisiknya, adalah istana, sarana mendidik keluarga, dari rumahlah awal mendidik anak bangsa menjadi manusia yang jujur, dari rumah serta keluarga pula bisa mengawali pemberantasan korupsi.

Rumahlah, dimensi ruang yang amat-sangat bermakna, dibandingkan hotel dan bungalo super mewah bertarif belasan hingga puluhan juta rupiah sekalipun.

 

*******