You are here
Menpera : Santri Nyaman Bisa Belajar Agama dengan Baik BERITA UTAMA 

Menpera : Santri Nyaman Bisa Belajar Agama dengan Baik

Garut News, ( Jum’at, 15/11 ).

Inilah Salah Satu Rumah Tak Layak Huni di Cukang Kawung, Garut, Jabar. (Foto: John).
Inilah Salah Satu Rumah Tak Layak Huni di Cukang Kawung, Garut, Jabar. (Foto: John).

Menpera, Djan Faridz mengatakan bantuan program pembangunan untuk pondok pesantren, upaya membentuk generasi bangsa Indonesia agamis, juga memanusiakan santri belajar pendidikan agama di pesantren.

“Selain memberi fasilitas sekaligus pembentukan bangsa Indonesia ini kedepan mengerti pendidikan agama,” ungkap Faridz usai meletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Suci dua, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Dikemukakan, bantuan fasilitas pondok pesantren agar santri nyaman agar bisa belajar agama dengan baik.

Selain itu, pemerintah ingin memanusiakan anak didik belajar agama di pesantren lebih layak ruang tidurnya, dan sarana penunjang lainnya.

“Kita ingin sekali memanusiakan anak-anak didik di pondok mendapat fasilitas layak huni. Layaknya saya ingin santri ini tidur sekamar empat orang,” katanya.

Program bantuan pembangunan pondok pesantren itu, lantaran pesantren bagian lembaga membantu pemerintah melayani masyarakat mendapatkan pendidikan.

Dikatakan, pesantren pun tempat belajar agama, cenderung memerhatian masyarakat berpenghasilan rendah, bahkan tak menetapkan nilai bayaran sekolah atawa biaya menginap di pesantren.

“Pesantren tak pernah menagih biaya makan minumnya santri, sedangkan kemampuan pemerintah membantu terbatas,” katanya pula.

Meski keterbatasan anggaran, kata Faridz, Kemenra terus berusaha mencari solusi membantu dan menolong masyarakat melalui pelbagai program di antaranya bantuan pembangunan pesantren.

Disebutkannya program bantuan tersebut, dibangun 2012 sebanyak 200 pesantren, 2013 sebanyak 127 pesantren, dan rencana 2013 sebanyak 220 pesantren.

Tersebar pada tingkat kota/kabupaten seluruh Indonesia.

“Permintaan pengajuan bantuan dari pesantren mencapai ribuan, tetapi belum terakumulasi sebab keterbatasan,” ungkapnya.

Menpera sekaligus memberikan dana stimulan pembangunan rumah bagi warga Garut, berrumah tak layak huni sebesar Rp7,5 juta.

***** Pelbagai Sumber.

Related posts

Leave a Comment