Menjadi Cerdas, Manusia Kudu Mengorbankan Otot

Garut News ( Jum’at, 06/06 – 2014 ).

Ilustrasi Otak. (Shutterstock).
Ilustrasi Otak. (Shutterstock).

Menjadi cerdas, manusia kudu mengorbankan kekuatan otot.

Demikian menurut sebuah riset evolusi.

Sejak lama, ilmuwan bertanya-tanya tetang asal-usul kecerdasan manusia, mengapa manusia jauh lebih cerdas dari primata lainnya.

Lewat sebuah riset, tim peneliti dipimpin Kataryza Bozek dari Max Planck Institute for Evolusitonary Biology berupaya menjawabnya.

Ilmuwan menganalisis kecepatan evolusi pelbagai organ manusia dan primata lain, dari otak sampai ginjal.

Ada mengatakan, evolusi metabolisme pada saluran pencernaan memicu evolusi otak, dan kecerdasan.

Hasil studi menunjukkan selama enam juta tahun, otot manusia melemah delapan kali lebih cepat dari organ lainnya.

Sedangkan, pada periode sama, otak manusia berevolusi empat kali lebih cepat dari organ lainnya.

Perkembangan evolusi otak dan otot bertolak belakang, satu semakin maju, lain semakin mundur.

Mengonfirmasi temuan itu, Bozek dan rekannya menganalisis 10.000 molekul pada manusia, simpanse, dan monyet ekor panjang.

Ilmuwan meminta primata, dan manusia mengangkat beban.

“Mengagumkan, simpanse dan monyet ekor panjang tak dilatih mampu mengalahkan pemain basket universitas dan pendaki gunung profesional,” kata Rolland Roberts, terlibat dalam studi, seperti dikutip National Geographic, Selasa (27/05-2014).

Tim ilmuwan kemudian mengondisikan monyet ekor panjang agar menjadi malas.

Tim menyediakan sedikit waktu latihan, makanan banyak, dan stres.

Setelah dua bulan, hasil riset menunjukkan, ternyata kemampuan monyet ekor panjang tak berubah banyak.

Itu menunjukkan, otot lemah dan otak kuat diturunkan pada spesies manusia.

Kecerdasan kudu ditebus dengan mengorbankan kekuatan otot

Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/ Kompas.com

 

Related posts