Menapaki Jembatan Untuk Berlabuh di “Rest Area” Duniawi

0
21 views
Meregang Adrenalin.

Garut News ( Sabtu, 30/06 – 2018 ).

Meregang Adrenalin.

Foto berita www.garutnews.com pada akhir pekan ini, Sabtu (30/06 – 2018), memotret denyut nadi dinamika mobilitas penduduk kawasan cukup terpencil di wilayah Selatan Garut, Jawa Barat.

Mereka setiap harinya kerap “meregang” adrenalin pada tumpuan ketegangan kabel merentang panjang di masing – masing tumpuan samping jembatan gantung Leuwigede, yang terbaring melintasi Sungai Cikandang di antara Kecamatan Cikelet dengan Kecamatan Mekarmukti.

Menapaki Denyut Nadi Kehidupan.

Kemudian berlabuh di setiap ujung jembatan tersebut, sekedar singgah di “Rest Area” duniawi manusiawi menikmati segelas kopi, maupun merajut nasib secara turun – temurun.

Rest Area, hanya tempat bersinggah sejenak melepas lelah. Itulah barangkali salah – satu makna kehidupan di dunia meski banyak di antara manusia paling mengutamakannya.

Untuk Berlabuh di Rest Area Kehidupan.

Bahkan hati kita – pun menjadi acap luluh tak berdaya, kemudian hanyut terbawa arus ke dalam keindahan dunia, kenikmatan materi, juga pada bau harum dan amis kekuasaan.

Sehingga kita sering tak berkemampuan meneguhkan hati, serta memegang prinsip untuk berkata “tidak” terhadap keserakahan, kebiadaban, dan kezaliman selama ini.

Berpacu Dengan Waktu.

Maka kian mendesak segera diperlukan memerteguh keimanan, kemudian “beristiqomah”.

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-Ridhoi Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al-Maidah).

Hanya Untuk Berlabuh di Rest Area.

Nikmat apalagi yang engkau dustakan….?

Terbius berpacu dengan waktu………

*******

Esay/Fotografer : John  Doddy Hidayat.