Mengungkap Produk “Gula Kawung” Cihurip Paling Berkualitas

0
725 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 05/11 – 2014 ).

Gula Kawung Produk Cihurip.
Gula Kawung Produk Cihurip.

Wilayah kecamatan Cihurip di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kawasan selama ini cukup terisolir meski hanya berjarak sekitar 60 km arah selatan dari pusat Kota Garut.

Kondisinya juga diperparah, masih banyak dilintasi ruas badan jalan berkondisi terjal, sarat bebatuan.

Bahkan nyaris sepanjang perjalanan menyisir tebing curam, serta sarat jurang menganga dalam.

Namun kini, mulai dilakukan rehabilitasi berkonstruksi hotmix, serta perbaikan drainasenya.

Sangat Alami Tanpa Campuran Bahan Kimia.
Sangat Alami Tanpa Campuran Bahan Kimia.

Wilayah ini, antara lain memiliki potensi produk unggulan gula aren benar-benar asli, dikenal dengan sebutan “gula kawung” atawa dari pohon enau (Arenga pinnata, suku Arecaceae), palma terpenting setelah kelapa (nyiur) lantaran merupakan tanaman serba guna..

Gula kawung tersebut, berbahan baku air nira disadap dari pohon enau.

Sedangkan pohon kawung di Cihurip itu, sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu, bisa berkembang biak dengan budidaya alami melalui media “careuh”, maupun satwa musang.

Proses Pendinginan Produksi.
Proses Pendinginan Produksi.

Buah enau yang dikonsumsi musang tersebut, kemudian bijinya tersebar di mana pun berasal dari kotoran jenis satwa ini.

Sehingga selama ini pula, produk gula kawung Cihurip dinilai banyak kalangan paling berkualitas.

Menyusul terdapat puluhan hingga ratusan produsen gula kawung pada kecamatan seluas sekitar 4.042 hektare, dengan sekurangnya memiliki empat desa, terdiri Desa Cihurip, Cisangkal, Jayamukti, dan Desa Mekarwangi.

Mengontrol Kualitas Produksi.
Mengontrol Kualitas Produksi.

Pengrajin produsen gula kawung berupa industri rumah tangga dikelola Ny. Yayah(30) di Kampung Pojok Desa Mekarwangi Cihurip, berharga jual gula kawungnya Rp13 ribu per kilogram.

Namun katanya, Selasa (04/11-2014), tak bisa berproduksi setiap hari lantaran tergantung perolehan bahan bakunya berupa nira dari pohon kawung ini.

Ny. Yayah Mengemas Produk Dengan Daun Atawa Pelepah Kawung.
Ny. Yayah Mengemas Produk Dengan Daun Atawa Pelepah Kawung.

Karena itu, bisa dikatakan untung-untungan jika air niranya banyak sekali produksi bisa menghasilkan 18 kilogram gula kawung.

Tetapi jika hasil sadapan minim selama empat hari hanya bisa memproduk empat kilogram gula kawung, ungkap Ny. Yayah, ibu lima anak.

Dia mengaku memproduk gula kawung meneruskan usaha orangtua secara turun temurun, selain tentunya bertani.

“Membuat gula kawung sejak menikah pada usia 14 tahun,” ungkapnya pula.

Sedangkan selama ini gula kawung asal Cihurip dinilai banyak kalangan paling berkualitas, kemungkinan antara lain kondisi tanahnya sangat cocok bagi tanaman kawung.

Terbukti ketika ada bandar menawarkan bibit umbi Cilembu dengan harga Rp1.500 per kilogram, dicoba ditanam sebanyak dua kuintal dengan harga jual produksi Rp3.000 per kilogram.

Siap Dipasarkan.
Siap Dipasarkan.

Namun hasilnya dinilai tak sesuai harapan, sebab ketika dipanen jenis umbi tersebut relatif berukuran kecil.

“Budidaya Pohon Kawung”

Bisa dibudidayakan secara generatif melalui bijinya. Agar diperoleh keturunan baik, benih sebaiknya diambil dari pohon induk memiliki kriteria Batang pohon besar berpelepah daun merunduk dan rimbun.

Sampai saat ini dikenal dua macam tanaman aren yaitu Aren Genjah memiliki batang agak kecil dan pendek berproduksi nira antara 10–15 liter/tandan/hari, dan Aren Dalam berbatang besar dan tinggi berproduksi nira 20–30 liter/tandan/hari.

Untuk kepentingan produksi nira dan turunannya, dianjurkan menggunakan varietas Dalam sebagai pohon induknya.

Pohon terpilih kudu memiliki produktivitas tinggi, menyusul tak semua pohon aren dan tak semua mayang (tandan bunga) jantan yang keluar (9 – 11 mayang) menghasilkan nira.

Pohon Kawung.
Pohon Kawung.

Ini sangat dipengaruh proses fisiologi tanaman. Calon pohon induk perlu diperiksa produktivitasnya dengan menyadap nira dari mayang jantan pertama atau kedua; jika hasilnya banyak maka pohon itu pantas dijadikan pohon induk.

Kemudian pohon induk ini tak lagi disadap niranya, agar kualitas benih dihasilkan tetap baik.

Selanjutnya tahapan penyediaan bibit tanaman aren, buah digunakan sebagai sumber benih harus matang, sehat ditandai kulit buah yang berwarna kuning kecoklatan, tak terserang hama dan penyakit berdiameter buah ± 4 cm.

Sebaiknya buah diambil terletak di bagian luar rakila. Buah aren ini bisa disimpan selama dua pekan pada karung plastik atawa dus untuk memudahkan pemisahan biji (benih) dari kulit.

Proses Pemanasan AIr Nira Produk Sadapan dari Tandan.
Proses Pemanasan AIr Nira Produk Sadapan dari Tandan.

Pengambilan biji dari dalam buah aren harus menggunakan sarung tangan karena buah aren mengandung asam oksalat bisa menimbulkan rasa gatal apabila kena kulit.

Cara lain, memeram buah-buah aren dikumpulkan sampai kulit buah menjadi busuk sehingga biji terpisah dengan sendirinya dari daging buah.

Dengan cara ini, biji dapat diambil dengan mudah dan kulit buah aren tak gatal lagi.

Membersihkan Proses Produksi.
Membersihkan Proses Produksi.

Benih disemaikan dalam tempat persemaian bermedia campuran pasir dan serbuk gergaji perbandingan 2:1.

Mempercepat perkecambahan, tempurung biji bisa digosok dengan kertas pasir (ampelas) di bagian punggungnya, tempat keluar apokol, selebar kira-kira tiga mm kemudian biji direndam dalam air agar air meresap ke dalam endosperm sampai jenuh, lalu disemaikan.

Benih disiram setiap hari untuk memertahankan kelembaban tinggi sekitar 80%.

Mulai Mengeras.
Mulai Mengeras.

Semai aren yaitu setelah terbentuk apokol mencapai panjang 3 – 5 cm dipindahkan ke tempat pembibitan atau ke dalam kantong plastik (polibag) berdiameter 25 cm, diisi ¾ bagiannya dengan tanah-tanah lapisan atas dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:2.

Bibit-bibit dipindahkan ini memerlukan penyiraman dan naungan agar terhindar dari cahaya matahari secara langsung.

Bibit aren dapat dipindahkan (ditanam) ke lapangan setelah berumur 6-8 bulan sejak daun pertama terbentuk.

Menuangkan Hasil Sadapan Nira.
Menuangkan Hasil Sadapan Nira.

Bupati Garut Rudy Gunawan kerap mengemukakan obsesinya membudidayakan pohon kawung hingga mencapai ratusan hektare.

Antara lain guna memenuhi pasokan ekspor gula kawung ke Philipina, semoga berhasil dan tak hanya sebatas wacana.

 

********

Pelbagai Sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here