Mengoptimalkan Sabar

0
6 views
Ilustrasi. Bersabar dan Senantiasa Mensyukuri Kondisi Ekonomi Petani Terdampak Wabah Pandemi.

17 Nov 2020, 09:36 WIB

Ilustrasi. Bersabar dan Senantiasa Mensyukuri Meski Kondisi Ekonomi Petani Juga Terdampak Wabah Pandemi.

“Mengoptimalkan sabar dapat dilakukan dengan menyertakan hal lain, dalam hal ini takwa kepada Allah SWT”

OLEH SIGIT INDRIJONO

“Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fussilat [41]: 35).

Ayat di atas menerangkan bahwa orang-orang yang sabar akan mendapatkan karunia dari Allah berupa sifat-sifat yang baik dan keberuntungan yang besar. Hal ini menunjukkan keutamaan sabar sebagai akhlak mulia yang harus ada pada setiap Muslim.

Ada tiga hal yang merupakan hakikat dari sikap sabar. Pertama, sabar melakukan ketaatan kepada Allah SWT secara istiqamah, harus bisa menahan diri agar tidak terjerumus pada kedurhakaan.

Kedua, sabar menjauhi kemaksiatan. Banyak godaan dan ajakan untuk melakukan kemaksiatan, tapi harus bisa menahan diri untuk tidak tergoda melakukan kemaksiatan yang akan menjatuhkan pada dosa dan kehinaan.

Ketiga, sabar menerima musibah, tidak ada pilihan yang lain kecuali sabar ketika menghadapi hal tersebut. Berbeda dengan sabar melakukan ketaatan dan sabar menjauhi kemaksiatan, yang mempunyai dua pilihan, yaitu menjalankan atau melalaikannya.

Allah SWT memberikan pahala yang istimewa untuk orang-orang yang bersabar yang menunjukkan keutamaan sikap sabar, seperti yang diterangkan pada ayat berikut, “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (QS az-Zumar [39]: 10).

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS Ali Imran [3]: 200).

Ayat di atas memberikan peringatan untuk bersabar dan memperkuat kesabaran dengan menyertakan takwa kepada Allah dengan sabar sehingga akan mendapatkan keberuntungan.

Sehingga, mengoptimalkan sabar dapat dilakukan dengan menyertakan hal lain, dalam hal ini takwa kepada Allah SWT. Ayat yang lain dalam Alquran juga menerangkan untuk menyertakan sabar bersama shalat, dan Allah beserta orang-orang yang sabar (QS al-Baqarah [2]: 45, 46, dan 153).

Sabar karena mengharap keridhaan Allah disertai dengan melaksanakan shalat, menginfakkan rezeki yang merupakan karunia Allah secara sembunyi atau terang-terangan, dan menolak kejahatan dengan kebaikan akan mendapatkan pahala terbaik, yaitu surga (QS ar-Ra’d [13]: 22-24).

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR Muslim). Hadis ini menerangkan tentang sabar yang disertai syukur.

Ibnul Qayyim, dalam Kitab al-Fawa’id, menyatakan, “Kedudukan sabar dalam iman seperti kepala dan seluruh tubuh. Jika kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan pada tubuh.” Wallahu a’lam

******

Republika.co.id/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here