Mengajak Berhijrah

0
27 views

Oleh : S. Budiani.

Garut News ( Kamis, 26/04 – 2018 ).

Ragam upaya kerap ditempuh demi mendapatkan derajat kesehatan prima, sehingga manusia di seluruh penjuru dunia setiap waktu menggali potensi alam, seperti tanaman dan hewan untuk dijadikan bahan obat-obatan berkualitas. Namun sebagai Muslim tentu ada aturan berlaku agar segala bahan konsumsi memenuhi unsur halal dan thoyyib. 

Sehingga banyak penelitian dilakukan dalam upaya mendapatkan produk kebutuhan harian memenuhi standar halal tersebut.  Setelah sekian lama terus menerus digempur obat-obatan berbahan kimia, kini semakin gencar pula promosi pola hidup sehat yang lebih alami.

Maka kini produk HNI HPAI mendapatkan kepercayaan masyarakat luas dalam mengatasi beragam jenis penyakit tengah diderita banyak orang. Konsumen pun memahami efek samping penggunaan obat-obatan berbahan kimia, kemudian mulailah melirik produk-produk herbal berkualitas.

Herbal atau herba, maksudnya bahan-bahan digunakan berasal dari alam, baik berupa tumbuhan atau tanaman maupun hewan yang memiliki khasiat dalam upaya pengobatan. Selain produknya alami, tetapi tetap harus memenuhi rukun penggunaan obat herba, agar berhasil maksimal sesuai diharapkan, meski sudah pasti alamiah, ilmiah dan illahiyah.

Untuk mendapatkan hasil optimal, perlu dipahami tentang rukun penggunaan herba agar memberikan manfaat optimal bagi yang menggunakan, karena sifat dan karakter obat herba beda dengan obat kimia, sehingga proses penyembuhannya dan cara menggunakannya juga berbeda.

Berikut Rukun Penggunaan Herba ;

1. Harus yakin terhadap kekuasaan ALLAH, karena ALLAH yang menciptakan penyakit, Dia pula yang akan menciptakan obatnya. Sesungguhnya sifat tawakal akan membawa diri kita menjadi lebih tenang dan secara otomatis sangat berpengaruh terhadap kondisi organ dalam tubuh kita.

Menurut hasil penelitian, 50% kesembuhan suatu penyakit disebabkan oleh kekuatan spiritual seseorang, selebihnya berupa emosi dan mental berperan sebesar 20%, sosial dan lingkungan berperan sebesar 20% dan fisik sebesar 10% saja.

2. Harus dikonsumsi secara rutin. Karena obat-obatan herbal berbeda dengan obat-obatan kimia. Proses penyembuhannya lama tetapi pasti. Beda dengan obat-obatan kimia, obat-obatan herbal bersifat memerbaiki organ rusak. Hasilnya permanen, tak sementara seperti obat kimia.

3. Dosis yang cukup. Dalam hal penentuan dosis bagi obatan-obatan herbal tak bisa dilakukan sebagaimana layaknya obatan-obatan kimia lantaran obat-obatan herbal tak memiliki aksi spesifik seperti obat-obatan kimia. Untuk penentuan dosis dilakukan secara sederhana (trial and error) yaitu dengan memerhatikan tanda-tanda yang muncul dari setiap pasien. Pemberian dimulai dari dosis rendah kemudian sedikit demi sedikit dinaikkan sampai ketika pasien mulai memiliki gejala mual-mual maka dosis dikurangi sedikit. Atau dengan menggunakan aturan umum dimana 1 g herbal mewakili 10 kg berat badan atau jika BB < 40 Kg : 1 – 2 kapsul/hari, > 40 Kg : 2 – 4 kapsul/hari.

4. Berlaku hukum DOC (Direction of Cure). Dalam hal ini seorang pasien mengonsumsi herbal pada pertama kalinya, terkadang akan merasa sakit yang sangat seperti saat tersakit yang pernah dia rasakan. Kalau terjadi demikian, pengobatan jangan dihentikan tetapi perhatikan hal-hal berikut : Asupan air yang harus cukup (2,5 liter perhari), konsumsi herbal sebelum makan, maka efeknya lebih maksimal. Atau terkadang saat terjadi DOC akan timbul beberapa gejala penyakit lain seperti jerawat dll. Ini disebabkan reaksi herba mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Hal-hal yang membuat herbal menjadi tidak berfaedah:

• Mind set kita terhadap herbal• Stress• Sembelit / susah Buang Air Besar (BAB)• Asupan air yang kurang• Terlalu banyak lendir (mucusa)• Keadaan tubuh terlalu asam/acid• Tidak rutin mengkonsumsinya• Dosis tak mencukupi

Solusinya  :

• Mind set kita terhadap herbal. Herbal bukan obat instant, biasanya memerlukan waktu untuk sembuh sempurna, tetapi tanpa efek samping dan menyehatkan secara keseluruhan.

• Stress. Stress malah memperparah penyakit, pasrahkan saja kepada Allah. Allah yang menyembuhkan. Anda perlu relax.

• Sembelit / susah Buang Air Besar (BAB). Perlu dibantu obat herbal yang membantu pencernaan seperti Zaitun.

• Asupan air yang kurang. Tambah minum sampai 2,5 liter per hari• Terlalu banyak lendir (mucusa).

Artinya harus dibersihkan dahulu. Detoksifikasi dengan produk herba mengandung serat tinggi, seperti Stimfibre, Siena atau Biosir.

• Keadaan tubuh terlalu asam/acid.Harus dinormalkan dulu, asam dan basa harus seimbang.

• Tidak rutin mengkonsumsinya. Bershabarlah, ikhtiar meminum herbal secara rutin dan berdo’a memohon kesembuhan dari Allah.

• Dosis yang tidak mencukupi  maka tingkatkan dosis secara bertahap.

Contoh  pengobatan HERBA
Obat Alergi dari Produk HNI-HPAI :

Perpaduan Etta Goat Milk HPAI dengan beberapa produk HPAI lainnya dijadikan sebagai resep dasar dari HPAI untuk mengatasi alergi yang bisa Anda konsumsi secara rutin dan sesuai aturan minum. Insya Allah resep ini sudah diformulasikan oleh ahlinya sehingga bisa memercepat daya penyembuhan dalam mengatasi alergi.

Berikut resep Herba HNI-HPAI untuk alergi : 

• Etta Goat Milk : @1 sachet untuk pagi sore

• Madu SJ : 3×1 sdm

• Procumin Propolis : 3×2 softgel Demikian produk HPAI untuk alergi yang bisa Anda konsumsi setiap hari. Dengan rutin dan teratur mengonsumsi produk-produk diatas, baik produk Etta Goat Milk HPAI atau menggunakan resep herba, maka Insya Allah alergi yang Anda derita bisa teratasi dan kesehatan Anda pun bisa meningkat.

Miliki produk –produk HPAI dengan memesan kepada kami. Sebagian besar produk-produk diatas kami sediakan, silahkan hubungi kontak pesan sms/wa ke nomor 0853-1524-6650.

**** Sekian semoga bermanfaat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here