Menenggak Miras Oplosan Kembali Tewaskan Penduduk Garut

0
19 views

“Tragedi Kemanusiaan Kembali Terjadi di Garut”

Garut News ( Jum’at, 10/07 – 2015 ).

Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.
Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.

Seorang penduduk Kampung Cibelik Kelurahan Regol Kecamatan Garut Kota, juga pelajar kelas 1 SMA di Garut berinisial By (15), diduga kuat menjadi  korban keracunan “minuman keras” (miras) oplosan.

Korban hingga Kamis (09/07-2015) masih terbaring kritis di ruang “Instalasi Gawat Darurat” (IGD) RSU dr Slamet.

Humas RSU tersebut, Ade Sunarya katakan sebenarnya ada dua pelajar diduga korban keracunan lantaran menenggak miras oplosan, terpaksa kini masuk RSU.

Keduanya masuk rumah sakit dan langsung mendapatkan perawatan intensif di IGD sejak Selasa (07/07-2015) malam, berkondisi gejala keracunan parah.

“Namun korban satunya berinisial Fah kelas 3 SMP meninggal dunia Rabu (08/07-2015) siang kemarin. Dia mengalami gejala keracunan sangat parah hingga kritis, kemudian koma, dan akhirnya meninggal dunia. Dia langsung dimakamkan keluarganya di kawasan Garut Kota,” ungkap Sunarya.

Dikemukakan, keduanya mengalami gejala mual, muntah, dan pusing-pusing kepala, bahkan sempat dehidrasi atawa kehilangan cairan tubuh.

“Terdapat indikasi keracunan miras oplosan. Tetapi sampai saat ini belum diketahui jenis minuman ditenggak keduanya. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Saat ini, masih fokus menangani pasien,” katanya.

Berdasar informasi di lapangan, kedua pelajar itu mengalami gejala keracunan paska menenggak miras oplosan dibeli pada sebuah kios di kawasan Garut Kota. Namun hingga kini, masih belum diketahui jenis miras oplosan ini.

Dikhawatirkan, korban keracunan miras oplosan tersebut lebih dua. Sebab, menurut sejumlah temannya, kedua korban membeli dan menenggak miras oplosan beramai-ramai dengan beberapa rekan lain.

Mereka berkumpul dan berpesta miras oplosan pada kawasan Tempat Pemakaman Umum Panyirepan di Jalan Bratayudha.

Beberapa warga setempat menyebutkan, kawasan TPU Panyirepan kerap dijadikan tempat nongkrong kawula muda. Warga setempat maupun luar.

“Ini tentu sangat disayangkan. Apalagi terjadi pada Puasa Ramadhan saat umat Islam menjalankan ibadah shaum. juga paling disesalkan, mengapa di Garut masih ada menjual miras oplosan.  Di bulan Ramadlan lagi. Jangan sampai kejadian tahun lalu merenggut sekitar 17 nyawa itu kembali terulang,” beber penduduk setempat Dindin(48).

Wabup Garut Helmi Budiman pun terkejut mendapat informasi kejadian tersebut.

“Kami secepatnya merazia lagi minuman keras. Apalagi sekarang menjelang Lebaran. Besok, kami razia lagi!,” katanya.

*******

Noel, Jdh.