Menelisik Nilai Lebih Wisata Edukasi ‘Kampung Domba’.

0
94 views
Penatalaksanaan Kandang.
Proses Pengeringan Kotoran Domba.

“Tak Hanya Kembangkan Penggemukan dan Pembibitan Unggul”

Garut News ( Selasa, 17/12 – 2019 ).

Menelisik wisata edukasi ‘Kampung Domba’ di lingkungan Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut, ternyata tak hanya proses pengembangan penggemukan, dan pembibitan unggul. Melainkan memiliki ragam nilai lebih.

Di antaranya penatalaksanaan tata ruang serta estetika arsitektur kandang, proses pengolahan limbah kotoran domba menjadi berkah bagi pemupukan organik, juga antara lain proses pengolahan pakan sebelum dikonsumsi satwa domba.

Proses Penyiapan Pakan Ternak.

“Sehingga industri pariwisata bernuansakan Islami yang terselenggara atas kerjasama Ponpes tersebut dengan DT Peduli itu, bisa dijadikan wahana penelitian dan pengkajian ilmiah bagi kalangan akademisi,” ungkap Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta.

Bahkan para pengunjung pun dapat menyaksikan langsung perkembangan kondisi tahap pertama mulai pengadaan 78 domba, 11 di antaranya Domba Garut (Aries Ovis) guna memenuhi proses pembibitan unggul ‘Grade C) terdiri sembilan betina dan dua jantan.

Dibangun Pagar di Areal Jemur.

“Sedangkan 67 lainnya Domba Priangan dari hasil persilangan domba Merino, Kaapstad, dan domba lokal untuk memenuhi proses penggemukan,” ujar Kepala Cabang DT Peduli Garut, Nanang Abdul Azis, M.Si.

Pemberian pakan organik ternaknya diproses dengan sistem permentasi yang bisa menghasilkan silase, karena itu seluruh domba penggemukan ini, bisa dipanen pada usia satu tahun dengan berat badan 40 kilogram.

Alam dan Lingkungan Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

M. Angga Tirta juga menambahkan, dari kapasitas kandang untuk 100 domba ini, disiapkan tempat bersalinnya, dan kandang untuk mereka kawin.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here