Menelisik Kelincahan Gerak Piawai Primata di Cikembulan

Garut News ( Rabu, 15/01 – 2014 ).

Nyaris menyerupai burung terbang.
Nyaris menyerupai burung terbang.

Foto berita berikut ini, menelisik kelincahan gerak piawai primata pada Taman Satwa Cikembulan, di Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Langsung Bisa Berdiri Tegak.
Langsung Bisa Berdiri Tegak.

Hingga kini, satu-satunya taman satwa di Provinsi Jawa Barat ini, menjadi lembaga konservasi pemelihara, dan melindungi satwa.

Terutama satwa langka dilindungi Undang-Undang.

Jenis primata satu ini, memang menarik diamati.

Kepiawaian gerakannya, sangat memikat bahkan kerap spektakuler.

Kembali Bermanuver.
Kembali Bermanuver.

Bahkan uniknya, bisa langsung berdiam diri, merenung sekaligus mengamati pemandangan apa saja di depannya.

Sebelum, kemudian kembali dengan sangat lincah memainkan gerak exotisnya itu.

Garut News, berupaya mengabadikannya, meski membidik primata bergerak cepat itu, juga ternyata susah-susah gampang.

Meluncur dengan lompat indahnya.
Meluncur dengan lompat indahnya.

Meski demikian, diharapkan bisa memenuhi harapan pembaca media on line Garut News, senantiasa hadir di tengah masyarakat.

Dengan harapan pula, bisa menjadi kebanggan bersama, Garut memiliki potensi wisata edukatif.

Sekaligus wahana rehat keluarga, yang nyaman, sehat, aman juga bersih serta lestari.

Gerakannya, Senantiada Menawan.
Gerakannya, Senantiada Menawan.

Hidup, dan bergerak bebas, seperti pada habitat aslinya, bahkan disiapkan beragam wahana bermain, serta nuansa alami.

Sehingga gerakannya, senantiasa menawan dipandang mata.

Bisa malahan mampu melebihi kepiawaian menyamai gerak atlit senam profesional dunia.

Dialah, primata di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jawa Barat.

Cekatan, dan sangat terampil.
Cekatan, dan sangat terampil.

Senantiasa menunjukkan, keterampilan sesuai dengan statusnya atawa eksistensinya.

Cekatan, dan sangat terampil.

Tanpa memiliki beban hidup apa pun.

Melompat dari satu posisi, ke posisi lain.

Tak hirau, kondisi sekitarnya.

Tak hirau pula, perilaku manusia-manusia, selama ini sarat “konstalasi”, serta rencana-rencana busuk.

Hanya sejenak, sempat merenung bagaikan gunung.
Hanya sejenak, sempat merenung bagaikan gunung.

Padahal manusia tercipta, sebagai makhluk paling mulia di dunia.

Primata ini pun, kerap hanya sejenak merenanung bagaikan gunung.

Mengamati alam sekitarnya.

Termasuk, barangkali perilaku manusia, kerap sarat “Sandiwara”, serta kemunafikan.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment