Menelisik Geliat “STA” Bayongbong Garut

Garut News ( Rabu, 02/04 – 2014 ).

Sasa Hermansyah.
Sasa Hermansyah.

Menelisik geliat “Sub Terminal Agrobisnis” (STA) Bayongbong, Garut, Jawa Barat, memang cukup menarik.

Lantaran, keberadaan wahana pemasaran beragam produk pertanian tanaman pangan selama ini, tak serta merta bisa mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani, termasuk buruh tani di kabupaten tersebut.

Bahkan, piranti “cold storage” atawa sarana pendingin dimilikinya, sejak diresmikannya STA itu beroperasi hingga sekarang “nyaris” hanya bisa menjadi besi tua.

Bahkan kerap dijadikan gudang penyimpanan perangkat penunjang bertani.

Cold Storage STA Bayongbong.
Cold Storage STA Bayongbong.

Menyikapi fenomena ini, Manager STA Garut, Sasa Hermansyah kepada Garut News, Rabu (02/04-2014), katakan justru kini paling prioritas adanya alokasi dana penunjang oparasional.

Sejak dua tahun terakhir, kata Sasa Hermansyah, selain banyak dimanfaatkan menjemur hasil pertanian, juga memediasi perdagangan antar pulau, katanya.

Sebelumnya diselenggarakan pengepakan, sortir, bahkan dioperasionalkan 24 jam setiap harinya.

Di antaranya komoditas jahe, 980 ton setiap bulan dikelola STA Bayongbong.

Sehingga kini, mendesak perlukan pengadaan infrastruktur, di antaranya moda angkutan berupa truk, kata Hermansyah, menyerukan.

*****

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment