Mendesak Tanggap Darurat Kerusakan Jalan/Jembatan Rp1,3 Miliar

0
46 views

“Sekda : Dana BTT Masih Tersedia Hanya Tersisa Sekitar Rp1,8 miliar”

Garut News ( Jum’at, 05/12 – 2014 ).

Eded K. Nugraha.
Eded K. Nugraha.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Ir H. Eded K. Nugraha menyatakan, kini mendesak bisa segara direalisasikan tanggap darurat perbaikan kerusakan jalan, dan jembatan bernilai sedikitnya Rp1,3 miliar.

Dana sebesar itu, di antaranya guna merehabilitasi tiga unit jembatan rusak terputus total, serta belasan titik lokasi kerusakan lintasan ruas badan jalan.

Lantaran diterjang bencana alam akibat hujan deras terus-menerus, ungkapnya kepada Garut News, Jum’at (05/12-2014).

Didampingi Kabid Bina Teknik Jujun Juansyah. N, ST, MT, Kepala Bina Marga Eded K. Komara katakan ketiga jembatan rusak terputus tersebut bertotal panjang 60 meter, selebar lima meter di wilayah Selatan Garut.

Salah satunya berkonstruksi jembatan jenis bally, serta dua jembatan berkonstruksi beton bertulang, katanya.

Sedangkan kerusakan lintasan ruas badan jalan, antara lain meliputi pada tiga titik lokasi lintasan Jalan Pamegatan – Singajaya, tujuh titik lokasi Lintasan Bungbulang – Cijayana, serta dua titik lokasi Lintasan Cisompet – Cisanggiri.

Bahkan selama ini pun, Dinas Bina Marga Kabupaten Garut memasok bantuan alat berat pada penanganan timbunan longsoran jalan provinsi di Lintasan Garut – Pameungpeuk, juga antara lain pada titik lokasi Gunung Wayang lintasan Bungbulang – Garut.

Segera mendesaknya pemenuhan kebutuhan tanggap darurat Rp1,3 miliar itu, namun jika perbaikannya dilakukan permanen maka dana diperlukan bisa mencapai Rp10,4 miliar lebih.

Sedangkan dari kebutuhan ideal kebinamargaan 2015 mendatang, berkisar Rp300 miliar hingga Rp600 miliar bersumber APBD setempat, kemungkinan bisa dipenuhi hanya Rp233 miliar lantaran adanya efisiensi, katanya pula.

Seluruh perencanaan tanggap darurat lantaran bencana alam tersebut, diagendakan Senin (8/12-2014), disampaikan pada Sekda Garut, demikian Eded K. Nugraha.

Iman Alirahman.
Iman Alirahman.

Sekda kabupaten setempat, Iman Alirahman antara lain mengemukakan kini dana BTT (biaya tak terduga) yang tersedia hanya tersisa sekitar Rp1,8 miliar.

Padahal banyak kegiatan tanggap darurat mendesak segera dilaksanakan, di antaranya kondisi infrastruktur, kerusakan rumah penduduk, pemenuhan air bersih dan beras.

Tak termasuk relokasi pemukiman penduduk masih menunggu rekomendasi “Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi” (PVMBG).

Bencana alam terjadi lantaran tingginya curah hujan, diperparah banyaknya topografi berlereng dan terjadinya pelapukan tanah, katanya.

Karena itu, penanganannya dilakukan sistemik atawa tak sporadis sehingga seluruh institusi diinstruksikan berupaya menyikapinya dengan pola penanganan dini, Siskamling digalakkan.

Dilakukan pula pemetaan rawan bencana, dan seluruh camat kudu senantiasa siap siaga di wilayahnya masing-masing.

Dilakukan juga pemenuhan kebutuhan dasar tanggap darurat, antara lain beras dan mie instan, meski stok beras habis, tetapi terdapat persediaan sekitar 100 ton, katanya pula.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.