Mendesak Segera Diperlukan Kesungguhan Pemkab Dukung Baznas

0
24 views

Garut News ( Senin, 08/12 – 2014 ).

Rofiq Azhar Seusai Mempresentasikan Materinya.
Rofiq Azhar Seusai Mempresentasikan Materinya. (Ist).

Saat ini semakin mendesak segera diperlukannya kesungguhan Pemkab Garut termasuk dari lembaga legislatif setempat.

Terhadap penguatan kelembagaan “Badan Amil Zakat Nasional” (BAZNAS) kabupaten tersebut.

Sedangkan aspek dukungan mutlak diperlukan, di antaranya dukungan pada aspek SDM, sarana prasarana kesekretariatan, serta pembiayaan awal operasional.

Suasana Seminar.
Suasana Seminar. (Ist).
Rofiq Azhar. (Foto : John Doddy Hidayat).
Rofiq Azhar. (Foto : John Doddy Hidayat).

Demikian salah satu kesimpulan seminar “Zakat Infaq Shadaqah” (ZIS) Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula II Al Musaddadiyah Garut, Sabtu (06/12-2014).

Simpulan lain, kudu terdapatnya perubahan pengelolaan ZIS di daerah yang dinilai memungkinkan terealisasi di Garut, lantaran dimilikinya Perda Tentang Zakat.

Juga Undang-Undang RI Nomor 23/2011 Tentang Pengelolaan Zakat, serta Peraturan Pemerintah Nomor 14/2014 Tentang Pengelolaan Zakat.

Selain itu disimpulkan pula, tak hanya meningkatkan perekonomian umat melainkan upaya pemerataan kesejahteraan.

Sedikitnya 300 peserta kalangan mahasiswa, pemuda juga ustad mengikuti seminar bertemakan “Masih Adakah Peranan Lembaga ZIS dalam Membangun Perekonomian umat?”

Seminar digelar, lantaran melihat kondisi dan realitas masyarakat, terutama kaum muslimin yang belum terlalu memahami secara penuh tentang kelembagaan Zakat.

Foto : Ist.
Foto : Ist.

Sehingga potensi dari Zakat yang begitu besar ternyata belum optimal sepenuhnya dalam upaya membangun perekonomian umat, khususnya di Garut dan umumnya di Indonesia.

Foto : Ist.
Foto : Ist.

Sehingga diharapkan, mahasiswa dan masyarakat lebih responsif untuk berzakat, mengenal dan memahami lembaga ZIS ,serta bisa tercapainya kemakmuran ekonomi umat melalui Zakat, Infaq, Shadaqah.

Setiap seluruh peserta mendapatkan materi gmbaran kondisi perzakatan di Indonesia secara umum, gambaran luas terkait kondisi dan potensi zajat, infaq dan shadaqah di Garut melalui Lembaga ZIS.

Serta gambaran tentang regulasi BAZNAS,  khususnya Cabang Garut.

Antara Lain Disemarakkan Pameran Buku.
Antara Lain Disemarakkan Pameran Buku.

Sehingga peserta dapat mengetahui garis besar arah dan masa depan ZIS di Garut, kemudian diharapkan bisa timbul semangat menggelora untuk berzakat di Lembaga ZIS.

Rofiq Azhar, S.Ag., M.M mempresentasikan Transformasi ZIS dalam membangun Perekonomian Umat, kepada Garut News, Senin (08/12-2014), antara lain katakan BAZNAS juga miliki Pemkab setempat.

Selama ini menjadi mediator antara muzaki dengan kaum fakir miskin, termediasi amilin sehingga lembaganya pengelola zakat.

Foto : Ist.
Foto : Ist.

Sepatutnya, ungkap Rofiq Azhar, jajaran Pemkab dan kalangan legislatifnya bersedia mendatangi sekaligus mengawasi kinerja personil BAZNAS Kabupaten Garut.

Kemudian diharapkan bisa mendukung pemenuhan kebutuhan sarana prasarana, termasuk pembiayaan operasional , jangan hanya kudu diminta-minta secara terus-menerus.

Sebab dari kalangan PNS atawa birokrat Pemkab/Setda setempat pun, sekurangnya terdapat potensi pembayaran zakat mencapai sedikitnya Rp35 miliar setiap tahun.

Dipastikan bisa menunjang memenuhi kebutuhan pengembangan perekonomian, dan menyejahterakan kaum fakir miskin.

Meski selama ini, setiap tahunnya terdapat peningkatan perolehan ZIS, mulai Rp700 juta kemudian Rp800 juta serta pada 2013 bisa mencapai Rp1 miliar lebih.

Namun sepanjang 2014 hingga menjelang habisnya tahun anggaran, ternyata BAZNAS Kabupaten Garut masih belum memeroleh anggaran dari Pemkab setempat.

Maka jika tak diberi, hak amil bisa dimanfaatkan operasional pun dinilai sah secara syariat, ungkap Rofiq Azhar, mengingatkan.

*******

Jdh.