Mendesak Kudu Dibangun Komunikasi di Kabupaten Garut

Garut News ( Ahad, 02/02 – 2014 ).

Ilustrasi. Piranti Komunikasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Piranti Komunikasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
“Forum Peduli Pendidikan dan Daerah Tertinggal” (FP2DT) berpendapat salah satu penyebab Kabupaten Garut, Jawa Barat, berstatus tertinggal lantaran kurangnya komunikasi antara pemerintah desa dengan Pemprov dan pusat sehingga program pembangunan daerah tak terserap.

“Garut masih menyandang Daerah Tertinggal sebab kurangnya komunikasi pihak desa dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan informasi program pembangunan,” kata Ketua Harian FP2DT Fendi Efendi dalam acara Deklarasi FP2DT di Pendopo Garut, Sabtu (02/02-2014).

Dikemukakan kendala komunikasi itu, fokus perhatian FP2DT membantu desa di daerah pelosok bisa menyerap pelbagai program pembangunan dari pemerintah pusat.

Menurutnya, jika program pemerintah pusat melalui pelbagai kementerian terserap Garut, maka Kabupaten Garut bisa secepatnya terlepas dari status Daerah Tertinggal.

“Kami siap membantu mereka (aparat desa) menjembatani aspirasi desa tertinggal dengan pusat, tetapi kami juga tetap bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Agus Sofyan menambahkan Garut terutama di wilayah selatan kondisi infrastrukturnya kurang baik, sehingga Garut masuk kategori daerah tertinggal.

Infrastruktur kurang baik itu, berdampak tak maksimalnya pelayanan pendidikan bagi warga di pelosok terpencil sehingga berakibat tak berkualitasnya Sumber Daya Manusia.

“Tak meratanya infrastruktur yang baik menjadikan pelayanan pendidikan tak maksimal, jika infrastruktur tak diperbaiki, Garut bisa terus menyandang status Daerah Tertinggal,” katanya.

Dinyatakan, siap menjalin sinergi dengan Pemkab Garut berusaha melepaskan Garut dari status Tertinggal.

Upaya dilakukan FP2DT, mengerahkan relawan pada setiap desa tertinggal menyerap aspirasi dibutuhkan desa tersebut.

******

Pelbagai Sumber.

Related posts

Leave a Comment