Mendesak Diperlukan Komitmen Bersama Wujudkan Sampah Menjadi Berkah

0
26 views

Oleh : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Kamis, 26/02 – 2015 ).

Contoh Soal Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Memungut Sampah Plastik. (Foto : John Doddy Hidayat).
Contoh Soal Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Memungut Sampah Plastik. (Foto : John Doddy Hidayat).

Mewujudkan Kabupaten Garut, bisa diibaratkan serpihan surga yang terdampar di bumi.

Memesona dipandang, nyaman dihuni, bersih dipijak, dan subur ditanami.

Maka kini semakin sangat mendesak, diperlukannya komitmen serta konsisten bersama secara konkrit.

Mewujudkan sampah menjadi “berkah”.

Lantaran, selama ini pola pemikiran sebagian besar individu masyarakat terhadap sampah, di antaranya hanya merupakan “material” sisa yang tak terpakai, sehingga tak diinginkan lagi keberadaannya.

Padahal dalam proses alamiah tak terdapat konsepsi sampah, melainkan hanya produk-produk yang dihasilkan setelah, dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Ironisnya, sangat banyak di antara kita “ogah” belajar dari kearifan alam, masih kerap pula bangga membuang sampah dari balik kaca mobil.

Praktisi Yayasan Paragita. (Foto : John Doddy Hidayat).
Praktisi Yayasan Paragita. (Foto : John Doddy Hidayat).

Bahkan tak menyadari, selama ini banyak mendatangkan krisis dengan beragam “kenyamanan” hidup, menyampahi bumi, serta mengubah air menjadi limbah dari minuman kemasan acap dikonsumsi.

“Sehingga sedikitnya berkisar 500 miliar hingga satu triliun timbunan kantong atawa kemasan sampah plastik di seluruh dunia setiap tahun, sedikitnya pula memerlukan rentang waktu selama 100 hingga 400 tahun bisa terurai secara alamiah”

Ilustrasi. Berkemasan Sampah. (National Geographic/ Repro Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Berkemasan Sampah. (National Geographic/ Repro Foto : John Doddy Hidayat).

Padahal satu kantong plastik hanya sedetik di produksi, dan juga hanya sekitar 20 menit digunakannya, setelah itu merebak-marak menebar bumi.

Sedangkan sampah organik dipastikan bisa diurai (degradable), malahan berperan  bio fertilizer dari campuran mikro organisme, sebagai upaya meningkatkan produksi tanaman pangan.

Sampah anorganik yang tidak terurai (undegradable), justru kian mengancam kehidupan manusia.

Fenomena inilah, menjadikan Yayasan Paragita hadir menggulirkan gagasan orsinil mewujudkan sampah menjadi berkah, dengan beragam aplikasinya.

Kendati mengimplementasikannya, dipastikan sangat diperlukan dukungan serta komitmen dari pelbagai komponen dan elemen masyarakat.

Terutama Pemkab Garut, yang tak hanya sebatas retorika bernuansakan angin surga.

Semoga tak demikian.

*********

Penulis Perintis Pendirian “Lembaga Kantor Berita Nasional” (LKBN) Antara Manokwari, Papua Barat.

Bahan : pelbagai Sumber.