Memotret Terjangan Banjir Malangbong Berlangsung Sejak 1992

0
8 views
Longsoran Tebing Melumpuh-totalkan Lintasan Jalan Desa Campaka.
Gerusan Lumpur Dari Tebing Terjang Persawahan Beserta Rumah Penduduk.

“Potret Bencana 2017”

Garut News ( Sabtu, 21/03 – 2020 ).

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (21/03-2020), memotret fenomena terjangan banjir dan luapan lumpur tanah longsor di wilayah Kecamatan Malangbong Garut, sejak 1992.

Kemudian antara lain disusul peristiwa serupa pada, Rabu (22/11-2017) petang, yang intensitasnya lebih besar lagi. Serta banjir dan longsor berlangsung, Jum’at (20/03-2020), yang meluluhlantakan sebuah rumah penduduk.

Berdampak Meluas.

Bahkan, dua rumah milik warga lainya pun kini terancam hancur lantaran bencana alam tersebut.

Rumah hancur, milik anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Kutanagara Ade Juju di Desa Kutanagara. Berlokasi dekat tebing berketinggian sekitar empat meter itu tergerus erosi tanah tebing hingga ambruk pada areal pesawahan di bawah.

Untungnya, sesaat sebelum kejadian, Ade dan tiga anggota keluarganya berhasil meloloskan diri. Mereka kini mengungsi di rumah kerabat/tetangganya yang dinilai masih aman.

Akibat Ulah Maupun Perilaku Manusia.

“Alhamdulillah semua penghuni rumah selamat namun menjadi tak punya tempat tinggal lagi. Kita berharap Pemerintah Garut bisa segera memberikan perhatian terhadap mereka atas kejadian ini,” ungkap Sekretaris Desa Kutanagara Ade Hadiat, Sabtu (21/03-2020).

Camat Teten Sundara katakan, ada dua unit rumah warga terancam tergerus akibat aliran sungai Cileuley meluap yang menerjang kawasan perbatasan Desa Cibunar, Sukaratu, dan Desa Sukajaya.

Berdampak Sangat Dramatis.

Belum diketahui berapa rumah warga sempat tergenang banjir yang mulai surut, Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB.

“Tak ada korban jiwa. Tentang kerusakan sarana prasarana, sedang didata. Menyebabkan pula sekitar dua hektare lahan sawah siap panen menjadi rusak,” ungkap Teten.

Selain banjir, pada waktu bersamaan, di Desa Bunisari Malongbong terjadi longsor tanah tebing menimpa lintasan jalan nasional menghubungkan Bandung-Tasikmalaya.

Semakin Dikepung Bencana.

Menyebabkan arus lalu lintas sempat terputus total dari kedua arah. Baik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya. Bisa kembali normal sekitar pukul 24.00 WIB, katanya.

Jalur jalan nasional tersebut terputus akibat badan jalan tertutup longsoran tebing berketinggian sekitar sepuluh meter di betulan Kampung Cijengkol Desa Bunisari.

Pemicu longsoran, hujan deras mengguyur wilayah Malangbong dan sekitarnya, Jum’at (20/03-2020) sekitar pukul 19.30 WIB.

Menggerus Rumah di Kampung Paniis Desa Sukamanah Malangbong.

Sehingga, kepadatan antrean tersendat beragam jenis kendaraan sempat memanjang sekitar sepuluh kilometer lebih dari kedua arah.

“Saya pun lebih sejam enggak bisa jalan. Macet parah. Kendaraan mentok,” kata Ujang warga Wanakerta Cibatu.

“Lebih Parah Dibanding 1992”

Penduduk Kampung Paniis Desa Sukamanah Malangbong Garut, Jawa Barat, Deni (42) katakan terjangan banjir dan luapan lumpur tanah longsor, Rabu (22/11-2017) petang, jauh lebih parah dibandingkan bencana serupa pada 1992 silam.

“Lantaran semakin parahnya degradasi kondisi lingkungan hutan di pegunungan”

Membuat Penahan Longsoran Tebing Secara Sederhana.

Luapan banjir pertama pada 1992, sebagian besar hanya berdampak menggenangi sawah beserta kolam milik penduduk.

Sedangkan intensitas banjir bandang disertai terjangan lumpur menjelang akhir 2017 ini, berdampak meluas.

“Antara lain memorak-porandakan ratusan hektare sawah,” ungkapnya Ahad (26/11-2017).

Selain itu juga merusakan 149 rumah warga, jaringan irigasi, serta fasilitas umum lainnya bertotal kerugian mencapai sedikitnya Rp5,5 miliar.

Sumber lainnya mengemukakan, terjadinya peningkatan intensitas bencana yang berdampak semakin meluas tersebut, diduga kuat akibat kian parahnya degradasi lingkungan.

Tumpukan Lumpur Tebal Menyebar Dimana-mana.

Terutama kerusakan hutan seputar Gunung Cakrabuana maupun Pasirmalang, yang selama ini dikenal dengan sebutan Gunung Batu.

Teten Sundara menyatakan pula bencana ini pun diduga kuat akibat hujan sangat lebat menggerus gunung berkondisi gundul lantaran ulah maupun perilaku manusia, yang sebelumnya kerap melakukan aktivitas perambahan hutan.

Banjir bandang dan longsoran di antaranya pula menyebabkan terputus totalnya lintasan jalan penghubung Kampung Muncang Gajah dengan Kampung Gado Gempol di Desa Campaka.

Banjir Lumpur Genangi Hingga Kedalam Rumah Penduduk.

Sehingga masyarakat dari kedua kampung sangat sulit untuk bisa saling berhubungan, bahkan nyaris terisolir.

Kemudian yang terancam mencapai 464 KK atau 1.600 penduduk, serta fasilitas umum lainnya.

********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here