Memotret Santri Yadul ‘Ulya Bentuk Karakter Handal

0
88 views
Pengurus Yayasan Tahfidz Garut Saksikan Ragam Persiapan Kemah Pendidikan di Alam Terbuka.
Berlatih Keterampilan Memasang/Mendirikan Tenda.

“Terapkan Protokol Kesehatan dan Protokol Keimanan”

Garutnews ( Selasa, 23/11 – 2020 ).

Foto berita garutnews.com pekan ini, Selasa (23/11-2020), detail memotret proses pembentukan karakter muslim yang handal pada setiap seluruh 19 santri Ikhwan juga Akhwat Kuttab Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut. 

Helatan dua hari berkemasan ‘Mukhoyam Tarbawi’ tersebut, berlangsung pada hamparan sebaran hutan pinus perbukitan kaki Gunung Karacak di Kampung Pakuwon Sukanegla Garut.

Belajar dan Berlatih di Alam Terbuka.

Selain berkemah berkegiatan ‘outdoor’ bagi para santri berlatih meningkatkan stamina fisik serta menumbuhkembangkan motivasi bela agama dan bangsa, juga sarat bernuansakan Islami.

Guna mewujudkan karakter muslim yang tangkas, kuat, cekatan. Lantaran Allah SWT lebih mencintai hambanya yang kuat daripada seorang yang lemah. Sehingga antara lain diwarnai pula tilawah, shalat berjamaah dan dzikir.

Mensyukuri Alam Semesta Ciptaan Allah SWT.

“Bahkan ‘bertasbih bersama’ di alam terbuka kepada nama-Nya dan tasbih kepada zat-Nya,” ungkap Guru Kuttab Yadul Ulya, Depi.

Tasbih kepada nama dan zat-Nya sebab manusia mensyukuri kekuasaan, dan keadilan Allah menciptakan alam (tata surya) dan manusia begitu teratur dan sempurna.

Terencana, dan Terukur Berlatih Fisik.

Struktur alam yang teratur membuat manusia dapat hidup dengan nyaman dan tenang. Sinar terik matahari tidak diberikan dalam temperatur yang menghanguskan bumi. Bumi yang luas, bulat, dan berputar tidak diciptakan buat manusia menjadi bergoyang sempoyongan.

Demikian pula manusia diciptakan dalam struktur dan ruas tubuh yang tertata, lekuk urat, engsel siku, lutut, dan jari begitu mudah bergerak menjadikan manusia nyaman beraktivitas menapaki ragam kehidupan.

Menapaki Perbukitan Kaki Gunung.

Manusia yang selalu bertasbih kepada Allah SWT akan terlahir dalam dirinya sikap sadar diri akan kebesaran dan kesucian Allah. Dengan demikian, mendorong diri yang bersangkutan bersikap optimistis, bertanggung jawab, cerdas berpikir, dan bekerja keras berjuang dengan optimal membangun kehidupan di muka bumi.

Dalam hal ini, manusia tidak pernah curiga pada Allah, tapi selalu bergetar hati dan akalnya untuk bertasbih pada-Nya bahwa pasti Allah berbuat adil dan menolong manusia yang senantiasa mencoba meraih kesuksesan dan prestasi. Firman-Nya:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS 3: 191).

Patuhi Ketertiban.

Sayangnya masih banyak manusia yang tidak bertasbih (menyucikan Allah). Mereka bersikap curiga dan menilai kepada Allah tidak berlaku adil (berbuat diskriminasi) kepada makhluk-Nya di muka bumi.

Manusia demikian jelas tidak produktif, congkak, dan merasa diri benar (suci). Padahal, hatinya sudah mati dan kehilangan energi menyucikan Allah (tasbih), sehingga tidak berdaya lagi menyemangati kehidupannya demi kemaslahatan umat. Karena itu, sungguh berbahaya orang yang tidak bertasbih.

Belajar, dan Berlatih.

“Padahal Alquran menyebutkan keutamaan mereka yang acap bertasbih”

Dalam Alquran digambarkan pula tentang makhluk yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah SWT.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ”Telah bertasbih semua makhluk yang ada di langit dan di muka bumi kepada Allah SWT. Dialah Zat Yang Mahamulia dan Bijaksana.” (QS 61: 1).

Mengumpulkan Ranting Pohon Patah Untuk Api Unggun.

“Penerapan Protokol Kesehatan dan Protokol Keimanan”

Dengan pertolongan serta ridha Allah SWT, dipastikan kita memiliki daya dan upaya maksimal. Termasuk tingginya kualitas imunitas tubuh yang bisa menangkal beragam serangan jenis penyakit.

Karena itu, dengan imunitas tubuh yang prima menjadi upaya mencegah serangan predator coronavirus disease 2019 karena mencegah lebih baik daripada mengobati, maka terapkan protokol kesehatan dan protokol keimanan.

Gembira di Alam Terbuka.

Hingga, Selasa (23/11-2020) Pukul 19:02:09 WIB, terdapat 16.716 warga Kabupaten Garut diterjang kasus corona. Mereka terdiri Konfirmasi 1.550 Orang, Probable 0 Kasus,
Suspect 3.467 Orang, dan Kontak Erat 11.699 Kasus.

Selain melonjaknya keseluruhan kasus positif di kabupaten ini, juga menambah luas radius penyebaran penularannya menjadi di 40 wilayah kecamatan.

Santri Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Kecamatan terakhir ditemukan kasus pertama positif yakni Pameungpeuk. Di wilayah kecamatan pesisir pantai belum lama ini dilanda banjir tersebut ditemukan seorang perempuan 15 tahun terkonfirmasi positif.

Sehingga, kini hanya dua kecamatan belum terdampak Covid-19 atau tak ditemukan kasus penularan Covid-19. Kedua kecamatan tersebut Peundeuy, dan Kecamatan Mekarmukti. Hanya ditemukan kasus suspek dan kontak erat.

Pada 40 kecamatan lainnya terdampak penularan Covid-19 berjumlah temuan kasus positif bervariasi, mulai satu hingga ratusan kasus.

Ada 25 kecamatan di antaranya memiliki kasus positif lebih dari sepuluh kasus. Mulai 12 kasus positif di Kecamatan Sucinaraja dan Kecamatan Cisurupan hingga 184 kasus positif di Kecamatan Pangatikan.

Selenggarakan Ragam Persiapan.

Sebanyak empat kecamatan berjumlah kasus positif lebih dari seratus, yakni Kecamatan Pangatikan, Tarogong Kidul, Cilawu, Garut Kota, dan Kecamatan Tarogong Kaler.

Kecamatan lain ditemukan ada penularan yaitu Samarang, Karangpawitan, Bayongbong, Balubur Limbangan, Malangbong, Leuwigoong, Kadungora, Banyuresmi, Sukawening, Cibatu, Leles, Pasirwangi.

Hamparan Kawasan Kota Garut dari Perbukitan Kaki Gunung Karacak.

Kemudian Sukaresmi, Kersamanah, Cigedug, Cikajang, Wanaraja, Selaawi, Cibiuk, Banjarwangi, Cikelet, Karangtengah, Cibalong, Pakenjeng, Cisewu, Bungbulang, Talegong, Singajaya, Pamulihan, Cihurip, Caringin, dan Kecamatan Cisompet.

Total positif Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 1.529 kasus. 31 kasus di antaranya meninggal dunia, 995 kasus dinyatakan sembuh, dan 502 kasus diisolasi perawatan di rumah sakit, ditambah satu kasus isolasi mandiri.

Dengan 69 kematian. Kasus positif dengan 31 kematian, dan kasus suspek dengan 38 kematian.

*******

Pelbagai Sumber/Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here