Memotret Keperkasaan “Kartini” Garut

0
127 views

“Mereka Berupaya Keras Membebaskan Diri, Dari Jerat Kemiskinan Sehari-hari di Garut”

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Sekaligus Mengasuh Cucu.
Sekaligus Mengasuh Cucu.

“Raden Ajeng” (RA) Kartini, terlahir dari kalangan Priyayi Jawa, 136 tahun lalu atawa 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, buah penanya mengkritik kondisi sosial terjadi saat itu.

Dengan caranya sendiri mendobrak kondisi sosial merugikan kaum perempuan waktu itu. Maka hingga kini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia. Kartini mangkat pada usia 25 tahun di Rembang, Jawa Tengah.

Mencetak Bata Merah.
Mencetak Bata Merah.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga ada fenomena denyut nadi dinamika kehidupan kaum ibu rumah tangga.

Mereka perkasa melaksanakan bongkar muat bata merah, dan usaha lain di antaranya pengantar gas elpiji kemasan tiga kilogram, Juga Pengumpul Barang Bekas.

Hingga kerap berlangsung semalaman.

Lantaran desakan pemenuhan pokok hidup sehari-hari, terpaksa membantu suami mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.

Memikulpun Bisa.
Memikulpun Bisa.

Lantaran banyak di antara suami mereka, berprofesi pula sebagai buruh atawa bekerja serabutan.

Sedangkan kehidupan kudu terus berjalan.

Apalagi banyak di antara mereka pun terdesak pemenuhan kebutuhan biaya sekolah anak-anaknya.

Sehingga kaum ibu di Kabupaten Garut, banting tulang bekerja keras meski acap berlangsung semalaman.

Memproduksi Bata Merah.
Memproduksi Bata Merah.

Menjadi buruh pikul membongkar muat bata merah dari truk, sejak dari tungku pembakaran hingga ikut serta pada lokasi pesanan konsumen.

Dalam pada itu, ongkos pikul yang bisa diperoleh hanya bernilai ratusan rupiah setiap potong bata merah.

Mereka jalani, kendati debu juga sangat dinginnya angin malam serta sekujur pakaian dikenakan menjadi kotor, senantiasa menyertainya.

Kerap Membongkar-muat Bata merah Hingga Larut Malam.
Kerap Membongkar-muat Bata merah Hingga Larut Malam.
Demi Kehidupan Kudu Tetap Berjalan.
Demi Kehidupan Kudu Tetap Berjalan.
Mengumpulkan Kemudian Membawa Bongkahan Barang Bekas.
Mengumpulkan Kemudian Membawa Bongkahan Barang Bekas.
Memeluk Gas Elpiji Tabung Tiga Kilogram.
Memeluk Gas Elpiji Tabung Tiga Kilogram.

Mereka ingin memerdekan diri, dari jeratan kemiskinan kehidupan sehari-hari.

“Memeringati RA Kartini 2015 ini, semoga tak hanya sekedar serimonial dan protokoler, bersalaman serta foto bersama”

 

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here