Memotret Kemuliaan Denyut Nadi Kaum Ibu Garut

0
42 views
Tak Mampu Ku Membalas Jasa, dan Pengorbananmu Ibu.

Garut News ( Sabtu, 23/12 – 2017 ).

Tak Mampu Ku Membalas Jasa, dan Pengorbananmu…. Ibu.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (23/12 – 2017 ). Memotret kemuliaan denyut nadi kaum ibu di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada momentum semakin memaknai sangat besarnya pengorbanan mereka sepanjang hayat dikandung badan.

Kaum Ibu Menjadi Paling Terisolir Lantaran Longsornya Tanah Perbukitan.

Berikut lirik lagu Iwan Fals,   “Ibu”

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah

Tetap Menapaki Asa, dan Kenyataan.

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, ibu… ibu…

Ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas, ibu… ibu…

Menjadi Kuli Pikul Hingga Jelang tengah malam.

“Cuma Ibu yang Tahu”

Oleh: Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial

Saat ibu baru saja memejamkan mata
pecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnya
dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Menggendong Anak Ikut Aksi Bela Palestina. 

Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja
ketika suapan pertama, anak ‘pup’ di celana
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga
ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada
mumpung anak-anak sedang anteng di kamarnya
Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka
Kacaulah acara mandi ibu, langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Memikul Beban.

Saat ibu ingin beribadah dengan khusyuknya
anak-anak mulai mencari perhatian
menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung ibu tak berdaya
Loncat sana loncat sini, punggung ibu jadi pelana
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa
Bagaimana rasanya?
Cuma Ibu yang tahu rasanya

Nikmati Perjalanan.

Aah…
dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua surga di dalamnya.

Cuma ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan
pelukan anak
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana di hadapan orang, namun berubah menjadi intan permata di mata ibu
Itulah mengapa?

Menunggu.

Saat anak bahagia, ibu menangis
Anak berprestasi, ibu menangis
Anak tidur lelap, ibu menangis
Anak pergi jauh, ibu menangis
Anak menikah, ibu menangis
Anak wisuda TK saja, ibu menangis
Anak tampil dipanggung, ibu menangis

Menjemur gabah.

Aah…
inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua
jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai ibu
mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa?

Mencari Kayu Bakar.

Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan ibu di dalam rumah
maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani ibu yang tak kalah indahnya
Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak
maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya.

Memanen.

Selamat Hari Ibu.

********