Memotret Kekeringan Kian Meranggas Wilayah Garut Utara

by

“Terpaksa Mengonsumsi Air Keruh dan Kotor”

Garut News ( Senin, 24/08 – 2015 ).

Amir(63), Penduduk Kampung Pulo Sindangsuka Kerap Hanya Bisa Meratapi Areal Persawahaannya Kian Kering Kerontang, Tak Bisa Ditanami Jenis Komoditi Apapun.
Amir(63), Penduduk Kampung Pulo Sindangsuka Kerap Hanya Bisa Meratapi Areal Persawahaannya Kian Kering Kerontang, Tak Bisa Ditanami Jenis Komoditi Apapun.

Foto berita edisi akhir pekan lalu, Sabtu (22/08-2015), Garut News pada laporan khususnya memotret fenomena kekeringan yang semakin luas meranggas wilayah Garut Utara, antara lain di Kecamatan Cibatu.

Lantaran saban tahun, kecamatan tersebut senantiasa dilanda kasus kekeringan, sebab upaya penanggulangannya selama ini hanya sesaat maupun “tabrak lari”.

Semakin Mengeringnya Bongkahan Tanah.
Semakin Mengeringnya Bongkahan Tanah.

Dari sekitar 21.825 Kepala Keluarga (KK) atawa 73.201 penduduk wilayah Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat, kini terdapat sedikitnya 65.901 penduduk juga dilanda krisis air bersih.

Karena selama inipun semakin didera dampak kemarau.

Sehingga banyak di antara mereka terpaksa “kerap” mengonsumsi air Sungai Cimanuk, padahal kondisinya juga keruh bahkan kotor.

Bongkahan Tanah Diranggas Kekeringan.
Bongkahan Tanah Diranggas Kekeringan.

Sedangkan sekitar 7.300 an penduduk lainnya, kendati bisa mengonsumsi air langganan PDAM, namun acap hanya bisa mengalir sebesar ekor tikus, ungkap warga setempat termasuk Harun(65) kepada Garut News.

Sedikitnya pula 65.901 penduduknya kini dilanda krisis air bersih itu, tersebar pada seluruh 11 desa atawa 40 lingkungan RW.

Bahkan krisis air bersih ini, juga termasuk mendera 5.004 KK atawa sekitar 20 ribu penduduk miskin, mereka seluruhnya tersebar pada wilayah seluas 3.516,486 hektare.

Pengeboran Sedalam 90 Meter Tak membuahkan Hasil.
Pengeboran Sedalam 90 Meter Tak membuahkan Hasil.

Masing-masing di Desa Cibatu, Mekarsari, Cibunar, Sindangsuka, Kertajaya, Sukalilah, Padasuka, Karyamukti, Girimukti, Keresek, serta pada Desa Wanakerta.

Kekeringan lantaran kemarau ini, meranggas merata pada setiap seluruh 11 desanya.

Maka pemilik serta penggarap areal persawahan dan kebun, terpaksa masih hanya berharap sumber air dari tadah hujan.

Mengonsumsi Rumput Kering.
Mengonsumsi Rumput Kering.

Memang terdapat pasokan bantuan air bersih dari tanki PDAM, namun ternyata masih belum sepenuhnya bisa menjadi jaminan bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehari hari.

Karena itu, masyarakat sangat mengharapkan terdapat penambahan pasokan bantuan air bersih secara intens.

Sebab dampak kekeringan lantaran kemarau tersebut, terindikasi bisa menimbulkan keresahan masyarakat yang juga bisa semakin meluas.

Menggembala di Padang Tandus.
Menggembala di Padang Tandus.

Sehingga kian mendesak kudu segera diantisipasi sedini mungkin.

Termasuk penanggulangan pemenuhan kebutuhan air pada areal persawahan, hanya bisa dipasok dari Sungai Cimanuk melalui jaringan irigasi Leuwigoong, yang hingga kini masih dikerjakan.

Lantaran sangat sulit jika dipenuhi dari produk pengeboran air bawah permukaan tanah, yang pernah diuji coba di Kampung Pulo Desa Sindang Suka.

Penduduk Balubur Limbangan Timur Manfaatkan Potensi Sungai Cimanuk Meski Semakin Menyusut.
Penduduk Balubur Limbangan Timur Manfaatkan Potensi Sungai Cimanuk Meski Semakin Menyusut.
Rehat Sejenak.
Rehat Sejenak.

Meski dilakukan pengeboran sedalam 90 meter, tetapi tak membuahkan hasil.

******

Esay/ Fotografer :  

John Doddy Hidayat.