Memotret Jeritan Histeris Korban Amuk Cimanuk Garut

0
43 views
Tangisan Bahagia Korban Bencana Beramaan Wakil Bupati Langsung Mengundi Nomor Rumah Hunian Tetap Dari Para Donatur.

Garut News ( Sabtu, 10/02 – 2018 ).

Tangisan Bahagia Korban Bencana Bersamaan Wakil Bupati Langsung Mengundi Nomor Rumah Hunian Tetap, Sumbangan Para Donatur.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (10/02-2018), khusus memotret tak tertahankannya jeritan histeris “bahagia” pengungsi korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk, saat mereka mendapatkan nomor undian rumah yang bakal dimilikinya.

Lantaran sebelumnya 103 kepala keluarga atau sekitar 309 korban banjir bandang pada 20 September 2016 silam tersebut, sempat berkondisi sarat ketidakpastian.

Pengungsi Korban Bencana Menangis Hiteris, Bahagia Bisa Mendapatkan Rumah, Dipandu Koordinator Huntara LPSE, Agus Setiawan.

Mereka hidup tercerai-berai pada hunian sementara, bahkan ada yang terusir dari lokasi pengungsian sebab gedungnya bakal digunakan pemiliknya.

“Nyaris menyerupai mimpi di siang hari bolong,” ungkap Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman menirukan ungkapan korban terdampak bencana itu, menjelang diperolehnya hunian tetap berupa rumah permanen tipe 36 di Kampung Pananggungan Kelurahan Lengkongjaya Karangpawitan, Sabtu (10/02-2018).

Terharu Menahan Tangis Bahagia Bisa Memeroleh Rumah Hunian Tetap, Setelah Nyaris Dua Tahun Hidup di Pengungsian Hunian Sementara.

Korban banjir bandang bersama keluarganya, sebelumnya hanya menempati rumah tak layak huni berukuran kurang dari 16 m2 yang kemudian musnah digerus luapan air bah.

Wakil Bupati Helmi Budiman yang langsung mengundi nomor seluruh 103 unit rumah ini, katakan hikmah dibalik prahara banjir bandang. Pemkab Garut diberi kesempatan membenahi pinggiran Sungai Cimanuk menjadi daerah yang tidak kumuh.

Kemudian korban terdampaknya bisa menempati hunian tetap sumbangsih dari para donatur, sedangkan aset tanah milik korban di lokasi rawan bencana ikhlas diserahkan kepada Pemkab guna dijadikan sabuk ruang terbuka hijau.

Wakil Bupati Helmi Budiman Berdialog Dengan Pasukan Kuning, Korban Banjir Bandang Mendapat Rumah Hunian Tetap, Selama ini Petugas Kebersihan Ini Berhonor Dibawah Rp500 Ribu per Bulan.

Hikmah lainnya, diperolehnya kesempatan menata perumahan, yang merupakan hak masyarakat memeroleh pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, katanya.

Sedangkan hikmah paling besar, senantiasa ‘bersabar’ karena Allah SWT senantiasa memiliki rencana baik dibalik masalah dihadapi manusia. Sehingga setiap ujian yang dialami perlu disikapi dengan upaya peningkatan keimanan, dan ketaqwaan, imbuh Helmi Budiman.

Wakil Bupati Helmi Budiman Antara Lain Bersama Istri, Menyerahkan 103 Unit Rumah dari 120 Unit Rumah Tahap Kedua, Sumbangan Para Donatur di Kampung Pananggungan Lengkongjaya Karangpawitan.

Dikatakan, ragam keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan yang masih rusak diupayakan paling lambat pada 2019 mendatang berkondisi mulus, disusul sarana penunjang lainnya berupa lampu penerangan jalan umum dan lainnya bakal dipenuhi secara bertahap.

“Penduduk Setempat Ikhlas Menerima Pengungsi”

Edi Jubaedi.

Kepala Kelurahan Lengkongjaya, Edi Jubaedi menyatakan seluruh penduduk di wilayahnya terutama warga Kampung Pananggungan dengan ikhlas menerima kehadiran para pengungsi korban banjir bandang, menjadi penduduk setempat.

Agus Setiawan.

Sekitar 103 kepala keluarga warga barunya itu, berasal dari Desa Haurpanggung, Sukakarya, dan Desa Jayawaras Tarogong Kidul. Sedangkan dari Kecamatan Garut Kota masing-masing asal Kelurahan Pakuwon, dan Paminggir.

Masih terdapat 13 unit rumah tapak hunian tetap, yang masih dalam proses penyelesaian pembangunannya, kini sekitar 75 persen selesai, katanya pula.

H. Aah Anwar Saefuloh.

Edi Jubaedi sangat mengharapkan bisa segera dibangunnya perbaikan sarana jalan sepanjang dua kilometer, pembangunan masjid, pengadaan pemakaman umum, Sekolah Dasar, Posyandu, serta sedikitnya 20 titik penerangan jalan umum, sebagaimana selama ini sangat diharapkan seluruh warganya.

Namun menurut Wakil Bupati wilayah Lengkongjaya ini antara lain bakal dilintasi jalan tembus by pass mulai dari Kubang – Bojong Salam hingga Lingkar Copong, yang dapat menunjang akses perkembangan masyarakat termasuk lokasi penempatan pengungsi tahap kedua, yang sebelumnya penempatan tahap pertama 42 KK di Blok Kopi Lombong.

Harap Cemas Menunggu Undian Nomor Rumah Tapak.

Kepala Dinas “Perumahan dan Permukiman” (Disperkim) kabupaten setempat, H. Aah Anwar Saefuloh, ST, S.Sos, M.Si selaku Tim Relokasi antara lain katakan setelah diverifikasinya pendataan termasuk korban tanggul BBWS maka terdapat sekitar 2.528 KK korban yang rumahnya hanyut, rusak berat, dan rusak ringan.

Dari 103 unit rumah tapak di Lengkongjaya, 50 unit di antaranya sumbangsih PUPR, selebihnya antara lain dari Dompet Dhuafa, PKK, Korpri, Kemenag, Rumah Zakat, BRI, IBI, IDI, OJK, serta donatur H. Dede Satibi.

“Huntara LPSE”

Wakil Bupati Helmi Budiman Bersama Istri Berdialog Dengan Penghuni Rumah Tapak Relokasi Tahap Kedua.

Koordinator ‘Hunian Sementara’ (Huntara) gedung LPSE di Jalan Pramuka Garut, Agus Setiawan mengemukakan ada 11 KK atau sekitar 45 pengungsi kini direlokasi ke rumah tapak Lengkongjaya.

Sehingga masih terdapat 18 KK atau sekitar 82 pengungsi yang terpaksa masih menempati Huntara LPSE, maka diharapkan pada tahap relokasi tahap ketiga bisa tuntas seluruhnya direlokasi, imbuh Agus Setiawan.

Helmi Budiman Sampaikan Keterangan Pers.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.