Memotret Fenomena Balong Angsa Taman Satwa Cikembulan

0
125 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 13/06 – 2015 ).

Asyik Juga di Balon Angsa Taman Satwa Cikembulan.
Asyik Juga di Balong Angsa Taman Satwa Cikembulan.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (13/06-2015), memotret fenomena “Balong Angsa” pada Taman Satwa Cikembulan di wilayah Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Selain memang terdapat sejumlah pasangan berlainan jenis angsa putih dan angsa hitam, juga terdapat perahu angsa serta jembatan gantung, yang menghubungan beberapa anjungan wisata alami.

Tetap Jaim Meski Ada yang Memerhatikan.
Tetap Jaim Meski Ada yang Memerhatikan.

Sehingga antara lain bisa jelas terlihat hamparan persawahan, juga Gunung Haruman yang merepleksikan sejuknya semilir angin, sepoy-sepoy.

Terdapatnya balong angsa, salah satu penyajian memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, meski agenda utama Liburan Lebaran Idul Fitri tahun ini, masih dalam perencanaan sematang mungkin, ungkap Manager Taman satwa tersebut, Rudy Arifin, SE didampingi Wawan Kurniawan.

Melintas Jembatan Sambil Lihat Perahu.
Melintas Jembatan Sambil Lihat Perahu.

Kepada Garut News, Sabtu (13/06-2015), antara lain juga dikemukakan Taman Satwa ini, paling lambat pada 2038 mendatang dipastikan bisa mewujudkan habitat koleksi satwa nusantara, serta memastikan diri menjadi “One Stop Destination Site”

Sehingga benar-benar menjadi “miniatur” habitat koleksi setiap jenis satwa endemik dari setiap provinsi di seluruh Indonesia.

Perahu pun Bermanuver Cari Perhatian.
Perahu pun Bermanuver Cari Perhatian.

Target tersebut, berdasar capaian “Rencana Karya Pengelolaan” (RKP) tiga puluh tahunan (2009 – 2038) lembaga konservasi edukatif ini, ungkap Manager Taman Satwa itu.

Dikatakan,  selama ini pun RKP tersebut juga direalisasikan melalui tahapan pada “Rencana Karya Lima Tahunan” (RKLT), serta “Rencana Karya Tahunan” (RKT).

Terpesona Saksikan Perahu dan Pengemudinya.
Terpesona Saksikan Perahu dan Pengemudinya.

Sehingga setiap tahapan capaian kinerja tersebut, secara periodik dilaporkan pada institusi teknis terkait, ungkap Rudy Gunawan.

Bahkan saat ini pun, dari sedikitnya 114 spisies dengan 560 populasi satwa dikoleksinya, terdapat sejumlah satwa langka dilindungi Undang-Undang RI.

Termasuk satwa endemik Provinsi Jawa Barat, di antaranya Macan Tutul, serta primata “Surili”, terdapat pula Harimau Sumatera, Orangutan dari Kalimantan, serta Kasuari dan Burung Cenderawasih asal Papua.

Kecewa Perahu Malahan Berlalu Menjauh.
Kecewa Perahu Malahan Berlalu Menjauh.

Sepasang Singa Afrika, Beruang, beragam jenis reftil juga aves termasuk beberapa jenis Burung Elang terdapat pula pada Taman Satwa Cikembulan, yang terhampar pada areal seluas lima hektare.

Sejak enam tahun terakhir, wahana wisata pendidikan ini, secara terencana dan terukur senantiasa membenahi diri, merehabilitasi beragam sarana-prasarana penunjang, serta menyelenggarakan ragam inovasi dan kreativitas.

Saya Mah... Cuek Saja.
Saya Mah… Cuek Saja.

Agar selain bisa tampil beda setiap saat, juga berupaya maksimal memenuhi harapan pengunjung terutama kalangan keluarga, pelajar serta kalangan akademisi, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara.

Karena itu tarif karcis masuknya pun terbilang relatif murah, hari biasa bagi anak-anak Rp8.000 serta dewasa Rp17.000.

Inilah Balong Angsa.
Inilah Balong Angsa.

Sedangkan pada Sabtu dan Ahad, masing-masing Rp10 ribu, serta Rp20 ribu. Namun kalangan pelajar dipastikan mendapatkan diskon.

Malahan bagi pengunjung berkondisi usia jompo, serta cacat fisik benar-benar digratiskan, ujar Rudy Arifin.

Lantaran Taman Satwa Cikembulan dapat memastikan diri menjadi “One Stop Destination Site” bahkan juga ke depan bisa mengoleksi temuan baru satwa-satwa langka nusantara, supaya bisa dijadikan wanaha penelitian bagi kalangan ilmuwan.

Wawan Kurniawan Bantu Evakuasi Perahu Ke Dermaga.
Wawan Kurniawan Bantu Evakuasi Perahu Ke Dermaga.

Seperti halnya pada makalah memuat penemuan spesies baru katak bertaring Sulawesi, Limnonectes larvaepartus. Bukan cuma kebaruan jenis yang membuat dunia terkejut, melainkan juga kebaruan reproduksinya.

Katak itu merupakan satu-satunya katak di dunia yang melahirkan kecebong.

Dunia bertanya-tanya, bagaimana bisa katak yang tak memiliki penis melakukan pembuahan di dalam tubuh?

Asyik..... Usai Gebjot Perahu Bisa Nikmati Kopi di Taman Satwa Cikembulan.
Asyik….. Setelah Berperahu Bisa Nikmati Kopi di Taman Satwa Cikembulan.

Bagaimana caranya menyetor sperma ke betina? Lalu, bagaimana mungkin katak tak bertelur, tetapi langsung melahirkan kecebong?

Djoko Tjahjono Iskandar adalah herpetolog (pakar amfibi dan reptil) di balik penemuan katak itu.

Dia adalah ilmuwan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berkali-kali membuat geger dunia sains lewat temuan-temuannya.

Pelbagai Sumber, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here