Memotivasi Wong Cilik

Gregorious Aris Buntarman

Garut News ( Ahad, 09/03 – 2014 ).

Sukun. (Foto : John Doddy Hidayat).
Sukun. (Foto : John Doddy Hidayat).

Tadi pagi sy ke pasar. Nyari sukun. Gambling, apa ada penjual sukun. Eh, ada.

Namanya Pak Haji Abdullah.

Ini kesempatan bagus.

Saya jelaskan tentang manfaat sukun bagi kesehatan, mulai dari daun sampai buahnya.

Bahkan kulit buah sukun.

Dia ternyata tak punya banyak informasi ttg sukun.

Malahan, buah sukun lunak gembur-gembur dianggap busuk.

Saya jelaskan, buah itu matang, dan bisa langsung dikonsumsi seperti kita makan buah pisang dan mangga.

Vitamin C-nya tinggi.

Datang pembeli lain.

Seorang wanita.

Ikut mendengarkan “ ceramah “ singkat saya.

Keduanya lalu bilang sangat berterima kasih atas penjelasan itu.

Pak Haji Abdullah – penduduk asli Betawi – itu lalu setuju untuk ikut menanam pohon sukun di kebunnya dan akan mengajar saudara-saudara nya juga.

Rakyat kecil di desa sebenarnya bisa diajari, didorong, diberi penjelasan, diberikan demo, diberi fasilitas, ditunjukkan arah masa depan penggunaan buah sukun dsb.

Sang motivator bisa saja orang-orang dari partai.

Motivator menunjukkan mission-nya, lalu memberikan GAMBARAN ( VISION ) apa perlu dilakukan tahap demi tahap.

Hari ini saya punya kenalan/sahabat baru – Pak Haji Abdullah – seorang penjual sukun dan sirsak di pasar.

Lain hari kalau saya mau beli sukun lagi, saya akan bawa laptop mau tunjukkan foto-foto tentang sukun dan pemanfaatannya dari “Breadfruit Institute NTBG Hawaii” itu.

Ada ratusan foto, kok.

Lalu saya lontarkan ide bagaimana memanfaatkan sukun itu menjadi komoditi bisnis lain.

Nanti akan saya bantu promosinya lewat facebook dan internet.

Biar wong cilik ini maju.

Sudah kerjaan saya memotivasi liyan agar mau menanam sukun.

Segera tanam SUKUN atawa BELIMBING WULUH, selagi musim hujan.

Ikut senang dengar berita sebagian saudara-saudara kita di pinggir sungai di Jakarta kebanjiran berangsur mulai direlokasi ke rumah susun.

Ini pasti salah satu dari sekian puluh VISI & Program Pak Joko Wi demi mewujudkan MISI luhur : Membangun Jakarta lebih baik.

Dan benar , saudara-saudsara kita itu menyambut gembira.

Bosan puluhan tahun kebanjiran , tak ada ngurus.

Saya tahunya dari pesawat televisi.

Sebaiknya, halaman rumah susun itu segera ditanami pohon SUKUN dan BELIMBING WULUH.

Pohon ini tak hanya menciptakan keteduhan, penyediaan oksigen, tetapi juga kelak memberikan pangan.

Amerika Serikat saja mencanangkan tekadnya menanam pohon Sukun ( breadfruit ) dan pohon pangan lain dengan target satu juta dalam satu decade.

Bibit sukun unggul dari AS itu dibagi-bagikan pada negara-negara berminat.

Kenapa kita tak menirunya ?

Belimbing wuluh tak hanya bisa bermanfaat bikin sayur asem, tetapi bisa juga digunakan menjaga kebersihan.

Cobalah sendiri.

Anda mau membersihkan toilet, bak kamar mandi, bak tempat cuci, atawa ember berlumut.

Ambillah beberapa butir buah belimbing wuluh.

Taruh di bak kamar mandi dikuras airnya.

Tumbuklah belimbing itu sampai airnya keluar di atas lumut-lumut .

Diamkan satu menit.

Lumut itu rontok. Anda tinggal membersihkan dengan kuas.

Bahan pembersih dari air belimbing wuluh ini ramah lingkungan.

Jangan pakai bahan kimia.

Tangan anda bisa gatal.

Sangat aman apabila anda menggunakan air belimbing wuluh.

Kebersihan sangat penting menjaga kesehatan keluarga anda.

Ingat, sakit itu mahal ongkosnya.

Pohon belimbing wuluh bisa ditanam menggunakan pot besar atawa potongan drum.

Tetapi, yang bagus memang jika ditanam di tanah.

Di halaman. Tanam yang banyak.

Selagi musim hujan. Lakukan segera.

Deadline : 1 Maret 2014.

Target : minimal 1 pohon.

Budget : Nggak sampai Rp50 ribu.

Sumber : Toko Tanaman TRUBUS atau tukang jual tanaman hias setempat.

Kalau pohon belimbing kepunyaan anda berbuah banyak atawa panen raya, buah itu diambil airnya dengan blender.

Simpan di botol persediaan. Jangan mengisi botol itu sampai penuh.

Air belimbing wuluh ini mengeluarkan gas.

Botol beling saja bisa pecah tak mampu menahan kekuatan gas itu.

Ada alkoholnya, ya ?

Mungkin. Anda saja bikin riset.

*******

Sumber : FB.

Related posts

Leave a Comment