Membungkus Daging Jangan Gunakan Plastik Berwarna Hitam

Garut News ( Jum’at, 03/10 – 2014 ).

Jeroan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Jeroan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menyerukan masyarakat, juga panitia pelaksanaan kurban, agar tak menggunakan plastik atawa kantong kresek hitam maupun berwarna.

Supaya terhindar kemungkinan tercemarnya daging kurban dari zat kimia berbahaya terkandung pada plastik hitam maupun berwarna cerah tersebut.

Plt Kepala Dinkes kabupaten setempat Teni Sewara Rifa’i katakan, berdasar hasil penelitian “Badan Pengawas Obat dan Makanan” (BPOM), plastik hitam merupakan produk daur ulang tak diketahui riwayat penggunaan sebelumnya.

Juga, proses pembuatannya kerap ditambahkan bahan berbahaya, termasuk pewarna. Sehingga plastik hitam tak laik dijadikan pembungkus makanan, apalagi makanan siap santap.

“Sehingga menghindari kemungkinan tercemar zat berbahaya dari plastik hitam itu, sebaiknya penggunaan plastik hitam untuk membungkus daging kurban dihindari,” imbuh Teni, Jum’at (03/10-2014).

Demikian pula platik lain berwarna mencolok seperti merah, dan biru, sebaiknya tak dipakai membungkus daging kurban, atawa makanan.

Lantaran pada proses pembuatannya, ditambahkan zat pewarna berlebihan. Maka tak terdpat jaminan keamanan jika digunakan mengemas daging kurban, maupun bahan makanan lain.

“Jadi menghindari hal tak diinginkan, sebaiknya membungkus daging hewan kurban itu gunakan plastik atau kresek yang netral, atau transparan,” katanya.

Dia juga mengimbau pembagian daging kurban dilakukan tak terlalu lama pasca penyembelihan. Agar terhindar kemungkinan terjadinya pembusukan.

“Bagusnya, paling lambat enam jam setelah penyembelihan, daging kurban telah dibagikan,” ujarnya.

Ungkapan senada dikemukakan Kepala Seksi Keswan Kesmavet Disnakanla, Elit Maryona.

Dia menyarankan dalam pembagian daging hewan kurban, daging dengan bagian jeroan dibungkus terpisah.

Tak dicampurkan dalam satu bungkus. Supaya daging bersih dan tak terkontaminasi kotoran terdapat pada jeroan.

“Jeroan kan pasti lebih banyak bakterinya, apalagi jika tak direbus melainkan hanya dicuci. Sehingga jika dicampurkan dengan daging, daging pun cepat membusuk. Maka, daging kurban dibagikan lebih cepat, itu lebih baik menghindari hal tak diinginkan,” imbuh Elit pula.

Dikemukakan, guna menjaga kondisi daging agar tak cepat membusuk, selain dijaga kebersihannya, daging dapat dimasukkan freezer, atau digantung.

Dengan cara seperti itu, daging biasanya bisa bertahan dari pembusukan hingga sekitar 12 jam.

“Selain sosialisasi dan imbauan-imbauan, kita juga intens melakukan pembinaan terkait tata laksana perlakuan pemotongan ternak dengan mengadakan pelatihan-pelatihan bagi kelompok masyarakat, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Baik kegiatan dilaksanakan Kabupaten Garut maupun Provinsi Jawa Barat,” kata Elit.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment