Memberi Sebelum Rakyat Meminta

0
1 views

“Profil Inspiratif ini, Garut News menyajikan sosok seorang bupati dari Bumi Cenderawasih, atawa Tanah Papua”

Jakarta, Garut News ( Rabu, 10/09 – 2014 ).

KABUPATEN TELUK WONDAMA. (Ist).
KABUPATEN TELUK WONDAMA. (Ist).

Drs Alberth H. Torey MM sejak diangkat sebagai Pejabat Bupati Teluk Wondama berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.81-177 Tahun 2003 telah menjalankan tiga tugas pokoknya yaitu: mempersiapkan struktur dan mekanisme pemerintah daerah, kedua menyiapkan pembentukan DPRD dan ketiga memfasilitasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang definitif.

Sejak pemilihan Kepala Daerah pertama, Alberth H. Torey terpilih menjadi bupati untuk periode 2005-2010, dan kembali terpilih untuk periode 2011-2015.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Satya Lencana Pembangunan pada 2009 sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa yang diberikan dalam membangun Kabupaten Teluk Wondama.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Seperti apa sosok bupati yang satu ini, ikuti cuplikan wawancara berikut.

Ketika awal menjadi pejabat Bupati, bagaimana keadaan Teluk Wondama? Apa yang ingin bapak ubah saat itu?

Kondisi Teluk Wondama saat itu sangat terisolir, terbelakang serta terbatas dalam berbagai aspek, baik ekonomi, infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan serta aspek-aspek lainnya.

Belum ada jalan beraspal, yang ada hanyalah jalan setapak di bawah rumpun bambu.

Sebagai seorang pamong praja dan seorang putra daerah, saya merasa bahwa kondisi ini adalah suatu tantangan dan sekaligus sebagai tanggung jawab saya untuk membuat daerah ini keluar dari permasalahan yang ada.

Saya ingin mengubah keterbatasan dan keterisoliran Wondama.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengumpulkan semua birokrat yang ada bersama tokoh-tokoh masyarakat, mengidentifikasi dan memetakan masalah serta merumuskan program prioritas.

Program prioritas saat itu adalah program pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, penguatan kelembagaan serta pembangunan bidang keagamaan.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Apakah cita-cita awal tersebut telah tercapai? Kendala apa yang dihadapi dalam melaksanakan program kerja selama ini?

Kami telah membangun infrastruktur berupa jalan, jembatan, dermaga, bandara, tambatan perahu, pasar, dan lain-lain.

Kami juga membangun sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan. Kami membangun puskesmas dan pustu, sekolah-sekolah di distrik dan kampung-kampung.

Kami merekrut tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. Kami memberi modal usaha bagi petani, nelayan dan pengusaha UMKM.

Kami membangun gereja dan masjid. Kami memberi insentif bagi tenaga kesehatan, guru, guru injil dan imam masjid.

Kami memberi sekolah gratis dan kesehatan gratis. Kami membangun rumah permanen bagi rakyat kurang mampu.

Puji Tuhan, kerja keras dengan moto “memberi sebelum rakyat meminta” telah membawa kami secara gradual keluar dari kondisi terisolir, terbelakang dan terbatas.

Kendala yang kami hadapi adalah kondisi masyarakat terkadang belum bisa menyesuaikan diri dengan pembangunan yang begitu cepat serta beberapa aparat birokrasi pemerintahan yang masih lamban dalam mengikuti irama kerja saya.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Saya selalu memberikan kesadaran untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan percepatan pembangunan melalui mimbar gereja, masjid dan pemuka adat serta pendekatan personal.

Saya memaksa aparat pemerintahan untuk cepat menyesuaikan diri dengan menambah pengetahuan melalui studi D3, S1 dan S2 serta mengikuti pendidikan dan pelatihan di luar daerah.

Apakah ada rencana untuk tetap berkontribusi dalam pembangunan bagi masyarakat Papua setelah menyelesaikan tugas periode kedua ini?

Soal kontribusi bagi pembangunan di tanah Papua seusai tugas sebagai Bupati, itu harus, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral putra Papua bagi pembangunan Papua.

Namun, dalam perspektif politik, itu semua kembali pada kemauan rakyat dan saya pasrahkan kepada kehendak Tuhan.

INFORIAL/Tempo.co