Membangun Keikhlasan Diri

0
4 views
Belajar Menghafal Alqur'an.

Hikmah 05 Apr 2021, 04:00 WIB

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Suatu amalan tidak dapat masuk kategori amal saleh tanpa adanya keikhlasan”

OLEH ALPHA AMIRRACHMAN

Keikhlasan dalam ibadah laksana ruh dalam jasad. Jasad tanpa ruh menjadi benda mati yang tidak berfungsi. Suatu amalan tidak dapat masuk kategori amal saleh tanpa adanya keikhlasan. 

Amalan yang dilakukan tanpa disertai keikhlasan tidak akan ada bobot nilainya. Agama dibangun di atas fondasi realisasi ibadah yang merupakan tujuan diciptakannya manusia. Hakikat ibadah tidak akan terwujud tanpa disertai dengan keikhlasan.

Selamat Datang Ramadlan 1442 H.

Amal yang tampak tidak berarti bisa menjadi sangat berarti dengan keikhlasan. Sebaliknya, amalan yang besar bisa menjadi kerdil tanpa keikhlasan.

Keikhlasan adalah sikap tulus ketika melakukan amalan atau ketika menghadapi situasi yang sulit, seperti musibah. Semua kita jalani semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT.

Keikhlasan termasuk derajat sikap yang tinggi dalam iman yang tidak mudah untuk mencapainya karena kita harus berperang melawan hawa nafsu. Ada dua syarat diterimanya suatu amalam.

Pertama, disertai keikhlasan. Kedua, mutaba’atur rasul (mengikuti sunnah Rasulullah SAW).

Ketika syarat pertama yaitu ikhlas terpenuhi, maka tergapailah kesahihan batin. Ketika syarat kedua terpenuhi, maka tergapailah kesahihan lahir.

Dengan demikian, keikhlasan juga menjadi barometer diterima atau tidaknya suatu amalan. Allah SWT berfirman: Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan.”

Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya).” (QS al-A’raf: 29).

Hidup ini sangat singkat, sementara kita dituntut untuk mengumpulkan amalan sebagai bekal di akhirat nanti. Namun amalan yang bertumpuk tanpa disertai keikhlasan tidak akan ada maknanya.

Bagaimana kita dapat menumbuhkan keikhlasan di dalam diri kita dan menyertainya pada setiap amal perbuatan kita?

Pertama, senantiasa berdoa kepada Allah agar diberi keikhlasan. Kedua, hendaknya kita senantiasa menghadirkan kebesaran Allah Ta’ala dalam hati kita. Ketiga, hendaknya kita senantiasa memperbanyak ketaatan.

Keempat, senantiasa mengingat pahala keikhlasan. Kelima, hendaknya kita bergaul dengan orang-orang ikhlas. Keenam, hendaknya kita tidak takjub dengan diri sendiri.

Kita dapat meneladan doa yang sering dibaca Rasulullah SAW: “Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan aku pun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (HR Ahmad).

Insya Allah doa ini akan menjauhkan kita dari sikap riya dalam beribadah dan mendekatkan kita pada keikhlasan.

******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

SHARE
Previous articleFilosofi Ilmu Yakin
Next articleHarta yang Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here