MDMC Terjunkan 250 Relawan Penanggulangan Dampak Amuk Cimanuk

0
31 views
NZ.

Garut News ( Senin, 03/10 – 2016 ).

NZ.
NZ.

“Muhammadiyah Disaster Management Center” (MDMC), Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerjunkan 250 relawan yang membantu penanggulangan dampak bencana banjir bandang amuk Sungai Cimanuk Garut.

Mereka selama ini terlatih dengan beragam disiplin dari sejumlah perguruan tinggi asal pelbagai daerah itu, tak hanya terjun langsung sejak hari pertama bencana terjadi, Selasa (20/9/16), melainkan bahkan memersiapkan langkah asistensi pemulihan korban paska bencana selama tiga bulan ke depan.

Muhammadiyah tak hanya tanggap darurat melainkan paska termasuk rekonstruksi, dan how survive paska bencana

“Asistensi dari Pusat, relawan disiapkan tiga bulan. Jadi, kita bergerak bukan hanya pada tanggap darurat, tetapi terutama paska bencana, termasuk rekonstruksi, dan pemulihan bagaimana korban nantinya bisa survive paska bencana. Ada tim setiap waktu melakukan kajian berdasar hasil asesmen di lapangan tentang kebutuhan apa saja akan dilakukan. Perkembangannya setiap hari kita laporkan Posko Tanggap Darurat di bawah Kodim 0611 Garut, juga ke MDMC Pusat,” ungkap Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (LPBM) Garut Nanang Sopyan Hambali, Ahad (02/10-2016).

Dikemukakan, hampir seluruh sumberdaya dikerahkan, mulai tim Search and Rescue (SAR), Disaster Medic Commiter (DMC), hingga Psikososial and Community Depelopment (pengembangan komunitas). Mereka berasal dari Tasikmalaya, Bandung, Pamulang Tangerang, Purworejo, Banyumas, Cilacap, Klaten, MDMC Pusat, MDMC Wilayah Jabar, dan pelbagai perguruan tinggi.

Relawan dari unsut kepanduan Hizbul Wathan, dan perguruan beladiri Tapak Suci Putra Muhammadiyah juga diperbantukan.

“Selain operasi SAR berhasil menemukan sekitar sepuluh mayat korban, kita juga sejak awal mendatangkan lima dokter, dua perawat dibantu enam relawan untuk penanganan psikososial. Kita tak langsung mendatangkan tenaga medis dan paramedis banyak-banyak karena melihat perkembangannya dulu di lapangan,” ungkapnya pula.

Dia pun menyatakan terima kasih atas bantuan pelbagai pihak termasuk para relawan, dan dermawan mengulurkan beragam bantuan bagi para korban banjir bandang Cimanuk. Termasuk bantuan logistik terus disalurkan kepada para korban.

“Hari ini, tujuh dari Jogyakarta diterjunkan untuk asistensi psikososial pengungsi di gedung Islamic Center Garut. Agenda rutin lainnya, packing dan distribusi logistik, serta asesmen lapangan untuk rehabilitasi paskabencana,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemkab Garut terus melakukan pemutakhiran data mengenai jumlah pengungsi terdampak banjir bandang Cimanuk. Hal itu dilakukan terutama guna memastikan mereka yang belum ditempatkan di lokasi pengungsian disediakan Pemkab.

“Dari pendataan ke lapangan, tak semua pengungsi mau ditempatkan ke tempat pengungsian ditentukan pemerintah daerah. Banyak juga lebih memilih tinggal sementara di rumah sanak saudaranya,” kata Kabag Administrasi Pemerintahan Setda, Nurdin Yana.

Pemkab menetapkan tempat tinggal sementara pengungsi di Rusunawa Desa Mangkurakyat Cilawu JL Raya Bayongbong, Gedung Islamic Center Garut Jalan Pramuka Garut Kota. Sebanyak 179 kepala keluarga (kk) atau sekitar 814 jiwa pengungsi sejauh ini menempati kedua tempat tersebut.

Tempat lainnya direncanakan sebagai tempat pengungsian yakni Rusunawa Uniga Jl Terusan Patriot Sukagalih Tarogong Kidul, dan kantor Transito di Jalan Terusan Merdeka Tarogong Kidul.

Total sementara jumlah pengungsi terdata di Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Cimanuk di Makodim 0611 Garut mencapai 6.361 pengungsi.

********

(nz, jdh).