Masyarakat Terdampak Reaktivasi Rel KA Minta Keadilan

0
19 views
Aksi Damai yang Menyertakan Pula Anak-Anak.
Peserta Aksi Diterima Ketua Komisi II DPRD, Dudeh Dudeh Ruhiyat Beserta Jajaran, dan Institusi Teknis Terkait Lainnya.

“Mereka Menyadari Tanah yang Ditempati Bukan Hak Miliknya”

Garut News ( Jum’at, 19/07 – 2019 ).

Masyarakat terdampak reaktivasi rel kereta api di Garut, menyadari tanah yang selama ini mereka tempati bukan hak miliknya. Namun meminta keadilan dari pemerintah, menyusul proses pengusirannya pun dinilai tidak manusiawi.

Pada aksi damai di gedung DPRD kabupaten setempat, Jum’at (19/07-2019), mereka juga mendesak tiga tuntutan utama dihadapan Ketua Komisi II┬áDrs. Dudeh Ruhiyat, M.Pd serta institusi teknis terkait lainnya.

Korban Reaktivasi Rel KA Mendesak Tiga Tuntutan Utama.

Ketiga tuntutan utama tersebut, – Merelokasikan masyarakat yang berada di bantaran rel korban akibat reaktivasi rel kereta api Garut ke tempat yang layak.

Kemudian memberikan kebijakan yang menguntungkan kepada masyarakat yang berada di bantaran rel korban akibat reaktivasi rel kereta api Garut, terkait relokasi jika ada hak dan kewajiban.

Selanjutnya, percepat pelaksanaan kebijakan tersebut dengan berbagai cara sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi, karena masyarakat yang berada di bantaran rel korban akibat reaktivasi rel kereta api Garut, sudah dalam keadaan maupun kondisi memprihatinkan.

Abah Ewok Menyampaikan Orasinya.

Koordinator lapangan aksi damai ini, Abah Ewok (59) sebelumnya kepada Garut News katakan pada reaktivasi rel kerate api dari Cibatu ke Garut itu, menyebabkan sekitar 1.500 kepala keluarga menjadi tergusur dari tempat pemukimannya.

Sedangkan yang menyelenggarakan aksi tersebut dari Kampung Mawar, sekaligus membawa aspirasi senada dari seluruh warga yang tergusur, yang setiap kepala keluarga banyak pula terdapat lima hingga 11 anggota keluarga.

Banyak Kalangan Ema-Ema Ikut Serta Aksi Damai.

Pada kegiatan aksi yang juga banyak diikuti kalangan ema-ema ini, sebelumnya antara lain menyuarakan perasaan kepiluan mereka ketika pintu rumahnya digedor kalangan Ormas agar segera meninggalkan rumah.

“Pengusiran itu pun, terjadi sejak pada bulan Ramadlan. Sehingga dinilai tidak memberikan jeda waktu untuk melakukan persiapan bahkan termasuk menikmati dahulu suasana Lebaran Idul Fitri tahun ini,” ungkap ema – ema pula berorasi di depan pelataran gedung DPRD Garut.

Kalangan Ema-Ema Juga Kencang Menyuarakan Aspirasinya.

Ketua Komisi II Dudeh Ruhiyat kepada Garut News menyatakan, seluruh aspirasi termasuk keluhkesah setiap seluruh peserta aksi dipastikan difasilitasi oleh pihaknya, untuk segera disampaikan kepada Bupati beserta seluruh jajaran institusi teknis terkait di lingkungan Pemkab/Setda setempat, katanya.

“Aksi Damai, Menyertakan pula anak-anak yang juga menjadi korban terdampak reaktivasi rel kereta api”

Meminta Keadilan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here