Masyarakat Korban Bencana Perlukan Keterbukaan Informasi Publik

0
90 views
Penduduk Kampung Sanding Lebak, Kehilangan Rumah Digerus Amuk Sungai Cimanuk.

“Korban Terdampak Sanding Lebak Desak Keterbukaan Informasi”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 01/11 – 2016 ).

Penduduk Kampung Sanding Lebak, Kehilangan Rumah Digerus Amuk Sungai Cimanuk.
Penduduk Kampung Sanding Lebak, Kehilangan Rumah Digerus Amuk Sungai Cimanuk.

– Sampai sekarang ini, Pemkab Garut masih pula bungkam mengenai penghimpunan dana bantuan penanggulangan bencana amuk Sungai Cimanuk. Baik dana publik maupun bersumber pemerintah. Termasuk dari pelbagai bantuan logistik yang terhimpun.

Padahal bencana banjir bandang sungai terbesar juga terpanjang di kabupaten tersebut, berlangsung sejak sebulan lebih, sedangkan masyarakat terutama pihak penyumbang berhak mengetahui penggunaan, dan penyaluran bantuan mereka keluarkan.

Kondisi Kerusakan di Perkampungan Penduduk Sanding Lebak.
Kondisi Kerusakan di Perkampungan Penduduk Sanding Lebak.

Berdasar psl. 12 Undang-undang Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, salah satu tanggung jawab BNPB/BPBD yakni menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat. Juga berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22/2008 tentang Pedoman dan Pengelolaan Dana dan Bantuan Bencana, pemerintah daerah pun melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana, dan bantuan pada seluruh tahapan penanggulangan bencana.

Serta berdasar Peraturan Kepala BNPB Nomor 23/2010 tentang Pedoman Pengumpulan dan Pengelolaan Dana Masyarakat untuk Bantuan Penanggulangan Bencana, bahkan pembukaan rekening untuk pengumpulan dana bantuan dibuka Pemkab Garut/BPBD pun seharusnya dipublikasikan kepada masyarakat melalui media massa.

Pemukiman Penduduk Kampung Sanding Lebak, Menjadi Rata Dengan Tanah.
Pemukiman Penduduk Kampung Sanding Lebak, Menjadi Rata Dengan Tanah.

Kepala Pelaksana BPBD kabupaten setempat Dadi Djakaria katakan pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah penerimaan dana bantuan bencana banjir yang terhimpun, dengan alasan masih sedang diselesaikan pencatatan pembukuan administrasinya. Begitupun data total kerusakan pelbagai bangunan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur akibat bencana ini.

Dia enggan pula menyebutkan rincian pemanfaatan dana “Bantuan Tidak Terduga” (BTT) dikeluarkan Pemkab Garut sebesar Rp500 juta sewaktu tanggap darurat.

“Buku administrasi sedang diselesaikan. Mengurus administrasi itu perlu rapih, dan teliti. Tak semudah membalikkan tangan. Soal BTT yang Rp500 juta itu tanggung jawab saya. Pokoknya, semuanya digunakan penanganan selama tanggap darurat,” katanya, Selasaa (01/11-2016).

Pertemuan Aliran Sungai Cimanuk dengan Sungai Cipeujeuh.
Pertemuan Aliran Sungai Cimanuk dengan Sungai Cipeujeuh.

Khusus bantuan dana berbentuk uang tunai diserahkan melalui BPBD, Dadi mengklaim pihaknya selalu menyarankan agar langsung dimasukkan ke rekening bank resmi disediakan Pemkab Garut.

“Kalaupun tetap maunya diserahkan ke BPBD, kita langsung simpankan di bank. Tak berani kita gunakan sedikit pun untuk membelikan barang misalnya,” katanya pula.

Ditanya dugaan adanya aliran dana sumbangan penanggulangan bencana banjir Cimanuk masuk melalui sejumlah rekening diatasnamakan Pemkab Garut maupun instansi atau lembaga lain, Dadi tak berkomentar.

Wajah Seputar Kampung Sanding Lebak.
Wajah Seputar Kampung Sanding Lebak.

Dia hanya menegaskan, penghimpunan penerimaan dana sumbangan bencana banjir tersebut, Pemkab Garut melalui BPBD hanya membuka satu rekening. Yakni di Bank BRI atas nama Posko Penanggulangan Bencana Garut, bernomor rekening 0025-01-001346-52-4.

“Tak boleh ada rekening lain ! Apalagi rekening pribadi !” kata dia.

Dadi juga enggan menyebutkan total bantuan logistik masuk ke Garut berkaitan penanggulangan bencana banjir Cimanuk terjadi pada 20 September lalu itu. Juga, dengan alasan masih sedang dihitung.

“Logistik masih dihitung. Kan ada yang diterima di Posko Kodim waktu tanggap darurat, dan ada yang masuk BPBD sejak 6 Oktober. Namun alhamdulillah, perhatian masyarakat luar biasa terhadap Garut. Sampai sekarang juga bantuan masih terus datang. Dan perlu diketahui, untuk logistik ini, tak pernah kita tangguhkan,” ungkapnya.

Menyisakan Kehancuran.
Menyisakan Kehancuran.

Kembali ditanya kemungkinan bertambahnya data dan nilai total kerugian material kerusakan akibat banjir bandang Cimanuk, Dadi kembali menolak menyebutkannya. Dia berkilah data kerusakan masih diolah, dan data fiksnya nanti ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Garut.

Data dihimpun dari lapangan, data di BPBD Garut menunjukkan jumlah korban jiwa akibat banjir bandang Cimanuk ini, mencapai 53 orang. Terdiri 36 korban ditemukan meninggal dunia, dan 17 korban dinyatakan hilang.

Sedangkan jumlah kepala keluarga (kk) terdampak berdasar Surat Keputusan Bupati Garut Nomor 028/Kep.571.DPPKA/2016 tentang Penetapan Status Barang Milik Daerah Berupa Tanah untuk Pembangunan Rumah Susun Sewa dan Rumah Khusus di Lingkungan Pemkab mencapai 787 kk atau 2.525 jiwa, dengan rumah terdampak mencapai 2.529 unit. Terdiri 271 unit hanyut, 559 unit rusak berat, 473 unit rusak sedang, dan 1.225 unit rusak ringan.

Dihanyutkan Amuk Cimanuk.
Dihanyutkan Amuk Cimanuk.

Pantauan lapangan menunjukan pula, bantuan dan sumbangan dari pelbagai pihak untuk penanganan bencana banjir Cimanuk masih terus mengalir.

Kalangan relawan tergabung sejumlah lembaga pun masih bertahan memberikan pendampingan terhadap para korban terdampak bencana yang hingga kini masih tinggal di sejumlah tempat hunian sementara.

“Korban Terdampak Sanding Lebak Desak Keterbukaan Informasi”

Sejumlah korban terdampak amuk Sungai Cimanuk di Kampung Sanding Lebak termasuk Yudi mengingatkan, warga sekitarnya kian mendesak adanya keterbukaan informasi.

Endapan Pasir Mengubur Areal Persawahan.
Endapan Pasir Mengubur Areal Persawahan.

Khususnya mengenai ragam jernis bantuan, mulai dari tingkat kabupaten hingga pada setiap seluruh posko penanggulangan pascabencana.

Dia bersama korban lainnya, benar-benar mengharapkan keringanan bahkan bisa dibebaskan dari rekening pembayaran langganan listrik PLN, juga jasa layanan kesehatan, bisa benar-benar menjadi kenyataan.

Selain itu, juga dilakukannya inpentarisasi korban di tanah berstatus hak milik, serta yang berada pemukimannya pada hamparan tanah timbul sungai tersebut.

*********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here