Masyarakat Dukuh “Saba” Kota Tagih Janji Bupati

0
37 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 17/06 – 2016 ).

Yayan Hermawan.
Yayan Hermawan.

Perwakilan dari sekitar 629 penduduk Kampung Adat Dukuh Dalam, serta Dukuh Luar di Desa Ciroyong Kecamatan Cikelet, Jawa Barat, bakal segera “saba” atawa berdatangan ke Kota Garut untuk menagih “janji manis” Bupati Rudy Gunawan.

Lantaran janji yang disampaikan Bupati Garut pada 2015 lalu tersebut, berupa pembangunan jalan berkonstruksi hotmix sepanjang enam kilomerter, yang hingga kini masih belum terealisasi termasuk belum diketahui jelas penyebab masih belum dilaksanakan.

Padahal janji itu diumbar Rudy Gunawan pada helatan “Ngubeuk Leuwi” tahun lalu, antara lain disaksikan Ketua DPRD kabupaten setempat, sejumlah Kepala SOPD Pemkab, serta undangan lainnya, ungkap Pemuka Pemuda masyarakat tradisional Kampung Dukuh, Yayan Hermawan (50).

Yayan Hermawan kepada Garut News, Jum’at (17/06-2016) sore, juga mengemukakan kedatangan dirinya ke Kota Garut dengan menempuh jarak sejauh 110 kilometer lebih ini, di antaranya guna mencari tahu tata krama maupun prosedur perwakilan masyarakat adat bisa langsung bersilaturahmi atawa berdialog dengan bupati.

Wajah Perkampungan Adat Dukuh di Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat.
Wajah Perkampungan Adat Dukuh di Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat. ( Ist).

Sebab diagendakan di antaranya bakal datang Ketua Adat Kampung Dukuh, Uluk Lukman bersama aparat desa, serta pemuka masyarakat adat lainnya, selama ini mereka berkeinginan sangat kuat bisa langsung berdialog dengan pemberi janji, Bupati Garut.

Menyusul pembangunan jalan sepanjang enam kilometer dari Kantor Kecamatan Cikelet hingga Kampung Dukuh tersebut, kian mendesak bisa segera terlaksana, untuk memenuhi kebutuhan transfortasi mobilitas hasil pertanian masyarakat adat, masing-masing berprofesi petani, dan buruh tani.

Dengan kondisi jalan seperti sekarang, selain menghambat kelancaran berlalu lintas juga menjadikan mahalnya ongkos angkut barang dan penumpang pengguna mobil angkutan penumpang dan barang, serta moda angkutan sepeda motor ojek.

Kampung Dukuh Dalam seluas sekitar 10 hektare dihuni sekitar 152 penduduk, serta Kampung Dukuh Luar seluas sekitar 12 hektare dengan 447 penduduk.

Kini ongkos mobil angkutan penumpang umum dari Kampung Dukuh  tujuan Kota Garut setiap satu penduduk mencapai Rp40 ribu.

Bahkan diperkirakan pada musim liburan Lebaran Idul Fitri 1437 H/2016 ini, bisa melonjak ongkosnya hingga mencapai Rp80 ribu per orang sekali jalan.

Belum termasuk ongkos barang, ungkap Yayan Hermawan antara lain menambahkan.

*******