Masjid Yadul ‘Ulya Apresiasi Jum’at Berkah KWT

0
87 views
Program Sembako Bersama Masjid Yadul 'Ulya Garut kepada KWT Posyandu Mandiri, Jum'at (11/12-2020).
Peroleh Nasi Bungkus Seusai Shalat Jum’at Berkah.

“Berpola Hidup Bersih dan Sehat”

Garutnews ( Jum’at, 11/12 – 2020 ).

DKM maupun pengelola Masjid Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Panawuan Garut, mengapresiasi positif penyelenggaraan “Jum’at Berkah” yang selama ini saban pekan digelar “Kelompok Wanita Tani” (KWT) Posyandu ‘Mandiri’.

Bentuk nyata apresiasi positif tersebut, berupa direalisasikannya Program Sembako Bersama Masjid Yadul ‘Ulya Garut kepada KWT Posyandu Mandiri, Jum’at (11/12-2020).

Masjid Al Kautsar di Kampung Nangorak RW.03 Desa Sukahati Kecamatan Cilawu.

Lantaran inisiasi sekaligus kegiatan Kaum Ibu di Kampung Nangorak RW.03 Desa Sukahati Kecamatan Cilawu tersebut, secara berswadaya membagikan sedikitnya 160 nasi bungkus dengan lauk-pauk bergizi setiap selesai Shalat Jum’at di Masjid Al Kautsar.

Sedangkan kegiatan lain di antaranya berupa kegiatan “Opsih Lingkungan” saban Kamis juga dilaksanakan pada setiap pekannya.

Siapa pun Peroleh Nasi Bungkus Jum’at Berkah.

Kerap pula menyelenggarakan jalan sehat bersama keluarga masing-masing hingga ke perbukitan kaki  Gunung Cikuray, serta kawasan perkebunan teh Dayeuh  Manggung.

Ketua Posyandu Mandiri, Ny. Elis Linda H katakan, tugas dan fungsi organisasinya pun konsisten dilaksanakan, seperti penimbangan bayi, pemeriksaan kesehatan  ibu dan anak, termasuk pula ragam kegiatan keagamaan termasuk pengajian.

Tingkatkan Kebersamaan Semangat Berbagi.

Namun kegiatan menanam sayuran dan apotik hidup serta tanaman obat di pelataran seputar Sekretariat Posyandu Mandiri, acap terkendala kesulitan air untuk menyiraminya.

“Semakin Mengkhawatirkan”

Penularan corona di kabupaten ini semakin mengkhawatirkan. Puluhan kasus baru positif ditemukan setiap hari. Bahkan kerap diwarnai kematian.

Bahkan pada Kamis (10/12-2020), ditemukan 173 kasus baru positif Covid-19 dengan dua kematian. Menjadikan positif Covid-19 di kabupaten setempat kembali melonjak menjadi 2.641 kasus dengan total 63 kematian.

Penambahan 173 kasus baru positif itu menjadi tertinggi dalam perkembangannya di Kabupaten Garut, memecahkan volume harian tertinggi positif sebelumnya mencapai 122 pada 6 Desember 2020.

Berdasar Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) disampaikan Koordinator Humas Muksin, dari 173 kasus positif tersebut, 172 kasus di antaranya ditemukan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada 656 sampel swab dan satu kasus ditemukan hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Sebanyak 173 kasus baru positif berasal dari 27 kecamatan. Yakni Garut Kota (27 kasus), Tarogong Kaler (27 kasus), Tarogong Kidul (20 kasus), Karangpawitan (20 kasus), Banjarwangi (10 kasus), Cibatu (8 kasus), Pasirwangi (6 kasus).

Kemudian Cilawu (5 kasus), Cikajang (5 kasus), Bayongbong (5 kasus), Pangatikan (5 kasus), Peundeuy (5 kasus), Samarang (5 kasus), Wanaraja (3 kasus), Banyuresmi (3 kasus), Balubur Limbangan (3 kasus), Malangbong (2 kasus), Pakenjeng (2 kasus).

Disusul Leuwigoong (2 kasus), Kadungora (2 kasus), Selaawi (2 kasus), Cihurip (1 kasus), Cisurupan (1 kasus), Karangtengah (1 kasus), Pameungpeuk (1 kasus), Singajaya (1 kasus), dan Kecamatan Sukawening (1 kasus).

Mereka terdiri 108 perempuan dan 65 laki-laki berusia antara tujuh bulan hingga 78 tahun termasuk sebelas balita, dan 23 lansia berumur 60 tahun ke atas.

Selain kasus baru positif, jumlah kematian akibat virus tersebut juga bertambah menjadi 63 kasus dengan adanya dua pasien positif meninggal dunia. Yakni laki-laki (KC-1699) 78 tahun dari Kecamatan Sukaresmi dan perempuan (KC-2479) 22 tahun dari Kecamatan Banyuresmi.

Hanya ada penambahan 12 pasien dinyatakan sembuh dari terdiri tujuh perempuan dan lima laki-laki berusia antara 26 tahun hingga 68 tahun.

Mereka berasal dari Kecamatan Cisurupan (2 orang), Karangpawitan (2 orang), Cibatu (1 orang), Balubur Limbangan (1 orang), Cibalong (1 orang), Tarogong Kaler (1 orang), Cigedug (1 orang), Leles (1 orang), Sucinaraja (1 orang), dan Garut Kota (1 orang).

Sehingga, jumlah pasien dinyatakan sembuh menjadi 1.393 orang. Dan masih terdapat 1.185 pasien positif aktif, terdiri 1.183 diisolasi perawatan dan dua pasien menjalani isolasi mandiri.

*******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here